Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, tiba di Teheran pada hari Sabtu untuk mencoba “menemukan solusi yang dapat diterima bersama” mengenai akses pengawasan fasilitas nuklir Iran.

Tujuan kunjungan Rafael Grossi ialah untuk mencegah Iran menarik kerjasamanya dengan IAEA. Menurut undang-undang yang disahkan oleh parlemen Iran, jika Amerika Serikat tidak membatalkan semua sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran sejak 2018, Teheran tidak akan lagi menerapkan protokol tambahan mulai Selasa depan dan akan membatasi  kerjasamanya dengan IAEA. Iran juga telah mengumumkan pemasangan 1000 sentrifugal dengan cara yang lebih modern untuk membuat pengayaan uraniuam 20% dimana menurut perjanjian 2015 Iran harus membatasi tingkat pengayaan uraniumnya menjadi kurang dari 4%.

Kunjungan ini dilakukan dalam kerangka diplomasi. Memang, Amerika Serikat membuat gerakan simbolis terhadap Teheran dan mengatakan siap kembali mendiskusikan perjanjian nuklir 2015. Tampaknya, masalah nuklir Iran menjadi inti dari dua pertemuan internasional yang berlangsung sampai akhir minggu ini.

Namun, Teheran menolak dan meminta agar Amerika Serikat terlebih dahulu membatalkan semua sanksi yang dijatuhkan kepada Iran sejak 2018 oleh Donald Trump yang keluar dari perjanjian nuklir. “Amerika Serikat pertama-tama harus mengakhiri kebijakan tekanan maksimum, yang dipimpin oleh Washington”, kata Javad Sharif dalam sebuah pernyataan. Dan menurut Vincent Eiffling, spesialis Iran di Pusat Studi Krisis dan Konflik Internasional, yang diwawancarai oleh RFI, bagi Presiden Rouhani, “mengambil langkah terburu-buru soal nuklir ini akan menjadi semacam bunuh diri politik” karena masalah ini sangat sensitif bagi Iran.

Oleh karena itu, kedua negara, baik Iran maupun Amerika Serikat, saling meminta untuk mengambil langkah pertama. Dalam kondisi seperti ini, para diplomat Eropa berusaha menemukan solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak dan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara Barat.

 

Sumber:https://www.rfi.fr/fr/moyen-orient/20210220-nucl%C3%A9aire-le-directeur-g%C3%A9n%C3%A9ral-de-l-aiea-en-visite-en-iran