Empat Orang Tewas Akibat Demonstrasi Anarkis di Senegal

  • Share

Pihak berwenang di Senegal (05/03/2021) melaporkan sedikitnya ada empat orang tewas sejak merebaknya aksi demonstrasi. Aksi demonstrasi yang dipicu oleh penangkapan Ousmane Sonko pada Rabu lalu terus berlanjut di negara ini. Ousmane Sonko yang dituduh mengganggu ketertiban umum dibawa ke tahanan polisi. Ketegangan malah makin meningkat di Dakar.

Dalam pernyataan singkatnya, Menteri Dalam Negeri mengatakan pemerintah akan menggunakan “semua cara yang diperlukan” untuk memulihkan ketertiban.

Menteri Dalam Negeri Senegal mengecam “tindakan provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ”. Tindakan ini dinilainya sebagai tindakan yang diprovokasi oleh “dalang di balik layar”. Dirinya mengutuk tindakan “teroris” dan penjarahan.

Pada Jumat malam 5 Maret, situasi panas ini makin meningkat dengan berkumpulnya para demonstran di berbagai sector dan wilayah. Seruan  untuk “mempertahankan demokrasi” dikumandangkan pada sore hari di pusat kota, yaitu di Lapangan Soweto yang dekat dengan Majelis Nasional. Namun para demonstran ini dibubarkan dengan gas air mata oleh polisi. Kerumunan kemudian bubar di jalan-jalan yang berdekatan. Mereka meneriakkan “Bebaskan Sonko”, “Sonko sangat mengerti kami”, “kami berdemo demi martabat kami”, “kami muak dengan pemerintah”.

Semua bisnis di pusat kota tutup, tidak ada lalu lintas, dan ketegangan makin memanas dengan adanya pergerakan kelompok yang sudah terencana di berbagai wilayah yang berbeda. Insiden ini disiarkan sepanjang hari, dimulai dari Universitas Cheikh-Anta-diop di Madinah sampai Place de l’Obélisque di Colobane. Banyak ban dibakar. Di saat bersamaan toko-toko masih dijarah, termasuk supermarket Auchan – dan gedung-gedung diserang.

Oleh karena itu, suasana demonstrasi ini cukup merusak, namun tidak ada reaksi sama sekali dari pihak berwenang sejak pemerintah pada Kamis malam, mengecam aksi kekerasan, dan mengingatkan soal bencana kesehatan.

Gerakan Y’en a marre, yang menyerukan demonstrasi sore ini, mengumumkan bahwa dua anggotanya, rapper Thiat dan Kilifeu telah ditangkap pihak aparat.

Perwakilan Khusus PBB untuk Afrika Barat dan Sahel, Mohamed Ibn Chambas menyerukan agar semua pihak dapat menahan diri serta mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk “menenangkan situasi”.

Fasilitas Umum Dirusak

Di beberapa tempat, fasilitas umum telah dirusak. Namun secara keseluruhan, demonstrasi di sore itu berlangsung tanpa insiden besar. Jumat pagi, di Saint-Louis (utara), siswa meninggalkan bangku sekolah mereka untuk berdemonstrasi di jalanan. Mereka mencoba memblokir akses ke Jembatan Faidherbe dan hal ini telah menyebabkan bentrokan dengan penegak hukum. Menurut beberapa sumber, ada remaja yang kemudian membakar markas besar partai Presiden, APR.

Ekspresi kemarahan juga terjadi di selatan Senegal: di Bignona, rumah digeledah. Di Sédhiou, gedung pemerintahan, balai kota, inspektorat akademi, dan gedung Eaux et Forêts dirusak oleh sekelompok anak muda.

“Seharusnya demonstrasi ini ialah demonstrasi damai, tetapi anak-anak muda mengabaikan kebaikan bersama,” sesal Souleymane Diallo, seorang guru yang menyesalkan perusakan fasilitas publik dan pribadi.

Di Ziguinchor, sebuah pompa bensin dibakar oleh para demonstran muda. Kios pengiriman uang perusahaan Orange Money pun dibakar. Meskipun ketegangan ini terjadi pada pagi hari Jumat, para pendukung Ousmane Sonko kemudian berbaris dengan damai, menyanyikan lagu kebangsaan, hingga melakukan Pawai yang diawasi oleh polisi dan tentara.

 

Ousmane Sonko Kembali Ditahan

Menurut kuasa hukumnya, Ousmane Sonko ditangkap pada pagi hari di hari Jumat (05/03/2021) dini hari. Sonko dibawa ke gedung pengadilan Dakar untuk diserahkan kepada hakim pemeriksa, yang menangani kasus tuduhan pemerkosaan dengan ancaman mati. Padahal, hakim pemeriksa sebelumnya yang bertanggung jawab atas kasus ini telah melepaskan kasus ini sehari sebelumnya.

Pengacaranya mengatakan mereka tidak diberi akses ke kantor hakim senior. Menurut pembelaannya, hakim memberi tahu dia tentang dasar dakwaan: pemerkosaan dan ancaman pembunuhan. Pertemuan baru dijadwalkan pada hari Senin.

“Ousmane Sonko memang menjadi subjek surat perintah penangkapan, untuk bisa menghadapi hakim investigasi senior dan menjawab tuduhan ‘pemerkosaan’ dan ‘ancaman pembunuhan’. Ousmane Sonko telah menerima pemberitahuan tentang dakwaan tersebut. Sedangkan untuk kasus “gangguan publik” lainnya, masih dalam penyelidikan, “kata Abdoulaye Tall, salah satu pengacaranya.

 

Penerjemah: Abdul Aziz

Sumber:https://www.rfi.fr/fr/afrique/20210305-nouvelle-journ%C3%A9e-de-tensions-au-s%C3%A9n%C3%A9gal-situation-tr%C3%A8s-volatile-%C3%A0-dakar

  • Share