Kanada Tuntut Arab Saudi Bebaskan Raif Badawi

  • Share

Seorang blogger bernama Raif Badawi mendekam di penjara Arab Saudi selama sembilan tahun karena telah menuntut liberalisasi kerajaan.

Munculnya pemerintahan baru di Washington memberikan secercah harapan bagi mereka yang berkampanye menuntut dibebaskannya seorang aktivis hak asasi manusia ini.

Awal Ramadhan, yakni sekitar kurang dari tiga minggu ke depan, akan menghidupkan kembali harapan bagi blogger Raif Badawi untuk dibebaskan setelah hampir sembilan tahun di penjara di Arab Saudi.

Para aktivis yang berkampanye untuk pembebasannya berharap Pangeran Mohammed bin Salman memberikan grasi bagi Raif Badawi. Raif Badawi merupakan tokoh penting dalam perjuangan hak asasi manusia.

“Tampaknya MBS memiliki pertimbangan tertentu untuk membebaskannya,” kata Irwin Cotler, mantan Menteri Kehakiman Kanada. Bukan hanya benar untuk dilakukan, tetapi juga pembebasan Raif Badawi ini akan mendekatkan hubungan antara pemimpin Saudi Arabia dengan Presiden AS Joe Biden. “

Dihukum 10 tahun penjara dan 1.000 cambukan, Raif Badawi dinyatakan bersalah karena telah “murtad dan menghina Islam”.

Di blognya, Free Saudi Liberals, yang dibuat pada tahun 2008, Raif menganjurkan modernisasi bagi kerajaan Saudi, khususnya kebebasan untuk memilih agama dan hubungan yang lebih egaliter antara pria dan wanita.

“Saat ini di Arab Saudi beberapa tema modernisasi ini lebih relevan,” kata mantan Menteri Cotler, yang mengetuai Pusat Hak Asasi Manusia Raoul Wallenberg di Montreal.

“Raïf Badawi dipenjara karena telah menuntut sesuatu yang akhirnya dibela oleh MBS selama empat tahun, yakni Arab Saudi yang lebih terbuka dan Islam yang lebih moderat.”

Menurut Irwin Colter, hubungan antara kerajaan Saudi dan Amerika Serikat telah berubah sejak pemerintahan baru berkuasa di Washington. Memang, Presiden Joe Biden lebih mementingkan pembelaan hak asasi manusia. Prioritas utama Biden ini dapat mempersulit akses langsung Arab Saudi ke pejabat pemerintahan AS. Mantan Menteri Kehakiman mengutip laporan CIA di akhir Februari yang mengaitkan Mohammed bin Salman dengan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Turki pada 2018.

Kewarganegaraan Kanada

Poin penting lainnya: pada 8 Maret, Menteri Luar Negeri Anthony Blinken memberikan penghormatan kepada Samar Badawi, saudara perempuan blogger Badawi, yang juga dipenjara di Arab Saudi. “Kami bergabung dengan negara lain untuk menyerukan pembebasannya,” kata Sekretaris Blinken.

Di Kanada pada 27 Januari, anggota parlemen dengan suara bulat menuntut  agar Raïf Badawi mendapatkan kewarganegaraan negara Kanada, tempat keluarganya mengungsi pada Desember 2013. Sikap ini penting, tetapi sayangnya hanya bersifat simbolis. Sampai saat ini, Menteri Imigrasi Kanada belum bertindak apa-apa atas mosi tersebut.

Selain itu, jika punmenjadi orang Kanada, blogger ini mungkin tidak akan dapat mengubah nasibnya, karena Arab Saudi tidak mengakui kewarganegaraan ganda bagi warga negaranya.

Namun, dukungan dari pejabat terpilih membawa harapan bagi Ensaf Haidar, istri blogger, yang terus menyerukan pembebasan suaminya. Selama delapan tahun, aktivis yang tak kenal lelah itu mengadakan acara berjaga setiap hari Jumat. Itu terjadi di depan balai kota Sherbrooke yang terletak 150 kilometer di selatan Montreal. Baru-baru ini, dia memutuskan untuk membawa perjuangannya ke arena politik dan mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan federal Kanada berikutnya.

Ensaf Haiddar sekarang berkampanye untuk Blok Québécois. Komitmen ini muncul karena dia mendapat dukungan dari Quebec sejak kedatangannya di Kanada. Pembelaan sekularisme juga memotivasi dirinya untuk terlibat dalam perjuangan politik. “Raïf saat ini dipenjara karena membela sekularisme,” kenangnya.

Dengan suara yang agak sedih, ibu tiga anak ini menceritakan bahwa panggilan telepon singkat mingguan suaminya saat ini tampak diwarnai dengan kesedihan. Ia juga mengkhawatirkan kesehatannya, karena mogok makan telah mempengaruhi kondisi fisiknya, terutama karena ia kesulitan menerima pengobatan.

Investigasi Lanjutan

Terlebih lagi, penyelidikan lain dilakukan oleh Arab Saudi terhadap Raif Badawi, dan mungkin istrinya, karena telah merusak reputasi negara. Tuduhan ini dapat menghalangi upaya pembebasan blogger setelah hukuman penjara 10 tahun berakhir. “Bukan Raif Badawi yang menodai Arab Saudi, tapi rezim sendiri yang telah menodai dirinya sendiri karena telah menjebloskan para pembela hak asasi manusia ke penjara,” tegas mantan Menteri Irwin Cotler. Cotler menyebut secara khusus kasus Samar Badawi, yang dipenjara bersama wanita lain karena telah mengendarai mobil, sementara pengemudi wanita sekarang diizinkan di Arab Saudi.

Kasus Raïf juga terus memobilisasi Amnesty International Kanada yang berbahasa Prancis. Anggotanya sedang mempersiapkan acara pada bulan Juni untuk mengecam hukuman penjara 9 tahun blogger tersebut. “Quebeckers telah mengakui Rafi sebagai bagian dari mereka,” kata direkturnya, France Isabelle Langlois.

“Kami secara teratur menyerukan kepada pemerintah Kanada untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Arab Saudi dan menghentikan penjualan senjata ke negara tersebut, ” jelas Irwin Cotler.

Sumber: RFI

  • Share