Amerika Serikat  memutuskan untuk menangguhkan pengiriman bantuan keuangannya ke Ethiopia. Hal demikian lantaran adanya pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemerintah Ethiopia di Tigray.

Pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed telah melancarkan peperangan di provinsi Tigray  selama 3 bulan. Tigray merupakan provinsi yang dihuni oleh para pemberontak. Namun demikian, pada saat yang sama, peperangan terhadap para pemberontak di wilayah ini juga menciptakan bencana kemanusiaan.

Setelah Uni Eropa memberikan tekanan finansial kepada negara ini, giliran Amerika Serikat yang melakukan hal yang sama terhadap pemerintahan yang berada di ibu kota Addis Ababa.

Penangguhan bantuan ke Etiopia ini merupakan keputusan strategis pertama yang dikeluarkan pemerintahan Biden sejak dimulainya perang di Tigray. Namun bantuan senilai $ 272 juta sebenarnya tidak dibatalkan, hanya ditangguhkan.

Jadi penangguhan ini bisa dikatakan bukan sanksi finansial melainkan sebagai peringatan yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintahan Trump. Memang, Agustus lalu, mantan presiden AS tersebut sudah menangguhkan bantuan untuk menghukum sikap Addis Ababa dalam negosiasi bendungan Renaisans dan pembagian perairan Sungai Nil.

Meski begitu, Departemen Luar Negeri mengatakan pada hari Jumat bahwa penangguhan tidak lagi terkait dengan bendungan, tetapi dengan perkembangan terkini di negara tersebut.

Yang tersirat,  dengan mudah dipahami bahwa alasan penangguhan pengiriman bantuan keuangan ini adalah Tigray. Amerika Serikat menyerukan diakhirinya pertempuran, perlunya negosiasi, dan akses gratis bagi pekerja bantuan.

Namun Addi Ababa tampaknya menutup telinga sejauh ini dan sebagai konsekwensinya, pemerintahan Biden langsung memberikan ancaman keuangan.

 

Sumber:https://www.rfi.fr/fr/afrique/20210219-conflit-dans-le-tigr%C3%A9-washington-suspend-une-partie-de-son-aide-financi%C3%A8re-%C3%A0-l-%C3%A9thiopie