Oman telah memperpanjang lockwdown total untuk aktivitas bisnis dan pergerakan individu serta kendaraan selama liburan Idul Adha hingga 24 Juli.

Komite Tertinggi, Badan Pemerintah Utama yang ditugaskan untuk menangani semua masalah COVID-19, sebelumnya memutuskan bahwa tidak ada shalat Idul Adha, tidak ada pasar tradisional sebelum Idul Fitri, dan tidak ada pertemuan yang diizinkan di Kesultanan. Termasuk di antaranya, larangan berkumpul termasuk reuni keluarga, shalat Idul Fitri dan perayaan Idul Fitri bersama.

Pihak berwenang juga memperpanjang penutupan tempat komersial pada malam hari serta batas pergerakan penduduk dan kendaraan, kecuali pada tiga hari Idul Adha, hingga akhir Juli.

“Tidak ada bisnis yang diizinkan beroperasi dari jam 5 sore sampai jam 4 pagi keesokan harinya,” kata kantor berita pemerintah ONA.

Komite Tertinggi juga memutuskan untuk mencabut larangan kedatangan pelancong dari Singapura dan Brunei Darussalam ke Kesultanan Oman mulai Senin, 19 Juli.

Dr Ahmed Mohammed Al-Sa’eedi, menteri kesehatan Oman,  mengatakan bahwa keputusan sebelumnya untuk memberlakukan lockdown di Kesultanan telah mengakibatkan penurunan yang cukup besar dalam kasus COVID-19.

Sebaliknya, pejabat itu mengatakan bahwa pertemuan seperti pernikahan yang berlangsung selama liburan Idul Fitri telah meningkatkan lonjakan kasus infeksi dan kematian.