Lebanon Gelar Vaksinasi Massal Melawan COVID-19

  • Share

Pada hari Sabtu 13 Februari, untuk pertama kalinya, Lebanon menerima pengiriman vaksin anti-Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer / BioNTech. Pengiriman pertama ini berjumlah 28.500 dosis. Sedangkan kampanye vaksinasi akan dimulai Minggu ini, dengan harapan dapat memperlambat perkembangan virus yang telah menginfeksi lebih dari 330.000 orang dari total enam juta penduduk.

Kampanye vaksinasi akan diluncurkan oleh Perdana Menteri Lebanon Hassane Diab. Diab  akan menerima suntikan vaksin pertamanya pada Minggu ini, 14 Februari. Presiden Republik Michel Aoun dan Ketua DPR Nabib Berry juga akan divaksinasi. Hal ini dilakukan untuk mendorong masyarakat yang menolak vaksin.

Hanya 570.000 orang telah terdaftar di platform kampanye vaksinasi nasional, angka yang jauh dari 80% yang dibutuhkan untuk memastikan kekebalan kesehatan masyarakat.

Pada akhir Maret 2021, Lebanon akan menerima  250.000 dosis dari total 2 juta vaksin yang didanai pembeliannya oleh Bank Dunia. Peluncuran program vaksinasi ini ialah operasi kali pertama yang diselenggarakan oleh Lembaga Internasional, bekerjasama dengan Palang Merah Lebanon dan Bulan Sabit Merah. Lembaga Internasional dilibatkan dalam kampanye ini bertujuan menjalankan mekanisme pemantauan yang independen dalam mengawasi kampanye vaksinasi. Tujuan pemantauan independen ini adalah untuk memastikan  transparansi dan distribusi yang adil terpenuhi di negara yang sedang dilanda patronase ini.

Sebelumnya, Rusia juga telah  menawarkan 200.000 vaksin Sputnik V Rusia kepada Libanon. Selain itu, vaksin AstraZeneca Inggris diharapkan juga akan sampai ke Libanon dalam beberapa minggu mendatang. Para ahli percaya bahwa dengan kecepatan pengiriman dan distribusi vaksin saat ini, 60% populasi akan sudah divaksin menjelang akhir tahun.

 

Penerjemah: Abdul Aziz

Sumber: https://www.rfi.fr/fr/moyen-orient/20210213-Le Liban lance sa campagne de vaccination contre le Covid-19

 

  • Share