Militer Sudan Akan Bebaskan PM Hamdok setelah Tercapai Kesepakatan

  • Share

Militer Sudan akan membebaskan Perdana Menteri yang digulingkan Abdalla Hamdok menyusul kesepakatan yang dicapai pada Sabtu malam, menurut Fadlallah Burma Nasir, ketua Partai Umma.

Hamdok akan membentuk kabinet  independen dan semua tahanan politik akan dibebaskan berdasarkan kesepakatan antara militer dan partai politik sipil, kata Nasir, Minggu (21/11/2021).

Nasir mengatakan pihaknya akan mengambil bagian dalam pertemuan Sabtu malam tersebut untuk mencapai kesepakatan.

Dewan Berdaulat akan mengadakan pertemuan mendesak pada hari Minggu sebelum mengumumkan kesepakatan.

Hamdok saat ini ditempatkan di bawah tahanan rumah ketika militer merebut kekuasaan pada 25 Oktober, menggagalkan transisi menuju demokrasi yang disepakati setelah penggulingan rezim lama Omar al-Bashir pada 2019.

Militer membubarkan kabinet Hamdok dan menahan sejumlah warga sipil yang ditahan. Setelah kudeta, Hamdok menuntut pembebasan semua tahanan politik dan kembalinya pembagian kekuasaan sebagai prasyarat untuk bernegosiasi.

Kudeta itu memicu kampanye demonstrasi massa melawan militer, dan para aktivis menyerukan protes lebih lanjut pada hari Minggu.

Kekuatan Barat yang telah mendukung transisi politik Sudan mengutuk pengambilalihan tersebut dan menangguhkan beberapa bantuan ekonomi ke Sudan. 

  • Share