Otoritas Palestina Tangkap Para Aktivis Politik di Ramallah

  • Share

Otoritas Palestina akhir-akhir ini banyak menangkap para aktivis politik di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Penangkapan ini dilakukan ketika warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan telah memprotes penggusuran yang dilakukan Israel terhadap warga Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki Israel. Penangkapan para aktivis ini juga seiring dengan aktivitas pemboman yang dilakukan Israel terhadap mereka yang terkepung di Jalur Gaza.

Kampanye penangkapan mencapai puncaknya pada 22 Mei, tak lama setelah Israel dan Hamas (gerakan Palestina yang mengatur Gaza) mencapai kesepakatan gencatan senjata setelah 11 hari kekerasan mematikan.

Menurut kelompok Pengacara untuk Keadilan yang berbasis di Ramallah, Pasukan pemerintah Palestina telah menangkap setidaknya 14 warga Palestina karena keterlibatan mereka dalam demonstrasi atau unggahan media sosial sejak awal Mei. Yang lainnya juga telah dipanggil untuk diinterogasi, meskipun jumlah totalnya masih belum jelas.

Salah satu yang ditangkap adalah Tareq Khudairi, 23 tahun, yang ditahan oleh pasukan tentara Palestina pada 22 Mei atas dasar partisipasinya dalam protes di Ramallah. Penahanannya, yang berlangsung empat hari, memicu kemarahan publik, karena banyak yang memposting peristiwa di media sosial tersebut sebagai bentuk solidaritas dengan para aktivis yang ditangkap.

Kasus Khudairi sama juga dengan kasus-kasus lainnya. Sama seperti otoritas Israel yang telah melakukan pengusiran besar-besaran terhadap warga Palestina di Israel, otoritas Palestina juga yang telah lama dikritik karena koordinasi keamanannya dengan Israel secara bersamaan menahan banyak warga Palestina yang aktif secara politik.

Menurut Para Ahli upaya ini dilihat sebagai langkah untuk menekan warga Palestina terutama ketika meningkatnya kemarahan dalam masyarakat Palestina.

  • Share