Para anggota Dewan Keamanan PBB mengutuk “serangan teroris” terhadap pasar yang terjadi di Baghdad pada hari Senin lalu (19/07/2021).

Ledakan yang paling mematikan di ibu kota Irak selama enam bulan terakhir ini terjadi di pasar Al-Wuhailat saat penduduk hendak melaksanakan Idul Adha. Lebih dari 30 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Menurut beberapa laporan, ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri tersebut. Wanita dan anak-anak termasuk di antara korban yang tewas dan terluka.

Dengan menunjukkan “simpati dan belasungkawa terdalam” kepada keluarga korban dan pemerintah Irak, anggota dewan PBB menggarisbawahi perlunya menuntut “pelaku, penyelenggara, pemodal, dan sponsor tindakan terorisme yang terkutuk ini agar bertanggung jawab dan membawa mereka ke pengadilan.”

Mereka mendesak semua negara anggota PBB untuk bekerja sama dengan pihak berwenang Irak selama penyelidikan mereka karena sejalan dengan kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan resolusi dewan keamanan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu, 15 anggota badan tersebut menegaskan kembali bahwa setiap tindakan terorisme adalah “kriminal dan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasi mereka, di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun yang melakukannya.”

Sambil menekankan bahwa terorisme merupakan salah satu ancaman paling serius bagi perdamaian dan keamanan internasional, anggota dewan mengingatkan negara-negara bahwa memerangi terorisme adalah kewajiban berdasarkan Piagam PBB, hukum internasional, hukum hak asasi manusia internasional, hukum pengungsi internasional, dan hukum humaniter internasional.

Dewan menegaskan kembali dukungannya untuk “kemerdekaan, kedaulatan, persatuan, integritas teritorial, proses demokrasi dan kemakmuran Irak.” Ia bersumpah untuk melanjutkan perang melawan terorisme, termasuk melawan ISIS.