Presiden Joe Biden akan menyambut kedatangan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhemi ke Gedung Putih bulan ini. Demikian Gedung Putih melaporkan pada Jumat (16/07/2021).

Pertemuan 26 Juli akan “menyoroti kemitraan strategis antara Amerika Serikat dan Irak,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Kadhemi dan utusan AS Brett McGurk membahas penarikan pasukan dari Irak Kamis di Baghdad.

Sekitar 3.500 tentara asing masih berada di wilayah Irak, termasuk 2.500 tentara Amerika, yang telah ditempatkan untuk membantu memerangi kelompok ISIS sejak 2014.

Di Washington, Kadhemi diperkirakan akan mengupayakan jadwal konkret penarikan pasukan Amerika. Pelaksanaan penarikan pasukan AS dari Irak bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Irak, yang telah lama menjadi arena persaingan sengit antara AS dan Iran meskipun mereka sama-sama memusuhi ISIS, telah mengalami peningkatan jumlah serangan roket dan pesawat tak berawak yang menargetkan Amerika dalam beberapa bulan terakhir.

Pertemuan Kadhemi dengan McGurk dilakukan lebih dari seminggu setelah 14 roket ditembakkan ke pangkalan udara Ain Assad, yang menampung pasukan Amerika di Irak barat, dan tiga lainnya yang mendarat di dekat kedutaan AS di Baghdad.

Serangan ini merupakan serangan terbaru dalam serentetan serangan yang menargetkan fasilitas militer dan diplomatik AS di Irak. Serangan-serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran dalam pasukan paramiliter yang disponsori negara tersebut.

Bulan lalu, AS melancarkan serangan udara terhadap milisi pro-Iran di sepanjang perbatasan Irak-Suriah.