“Sedikitnya 21 jihadis dari ISIS tewas dalam serangan besar-besaran yang dilakukan oleh angkatan udara Rusia di berbagai wilayah Suriah,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada Sabtu 20 Februari .

Sekitar tiga puluh pembom tempur Rusia dikerahkan untuk menyerang pejuang ISIS di area seluas puluhan ribu kilometer persegi ini.

Pesawat Rusia telah melakukan lebih dari 130 serangan dalam 24 jam terakhir di daerah yang dekat dengan provinsi Aleppo, Hama dan Raqqa di wilayah Suriah utara, serta di daerah gurun tengah di sekitar Homs, dan Deir Ezzor di timur.

Gelombang penggempuran ini merupakan salah satu serangan paling masif sejak jatuhnya kelompok ISIS pada Maret 2019. Penggempuran ini dilakukan sebagai respon makin masifnya serangan dan penyergapan yang dilakukan oleh para jihadis terhadap tentara Suriah dan sekutunya. Suriah dan sekutunya dalam dua bulan terakhir ini telah kehilangan lebih dari 150 orang di gurun pasar  yang membentang dari provinsi Homs hingga wilayah perbatasan dengan Irak, di wilayah timur.

Beberapa ribu jihadis beroperasi di wilayah yang luas ini. Dengan sangat leluasa, sayap jihadis ini melancarkan serangan gerilya dan membangun kamp-kamp di gurun pasir. Serangan darat berturut-turut oleh pasukan di Damaskus telah gagal menghentikan serangan ISIS yang mengatur ulang barisannya di Suriah dan Irak.

Sumber: https://www.rfi.fr/fr/moyen-orient/20210220-syrie-l-aviaton-russe-m%C3%A8ne-des-raids-massifs-contre-l-%C3%A9tat-islamique