Sepuluh Orang Tewas Akibat Serangan Teroris di Utara Burkina

  • Share

Serangan mematikan yang terjadi di malam hari dari Senin hingga Selasa (27-04-2021) terhadap desa-desa di komune Seytenga, di utara Burkina Faso, telah menewaskan “beberapa orang” warga sipil.

Menurut pemerintah, warga sipil yang tewas berjumlah sepuluh orang sedangkan menurut pejabat lokal, warga sipil yang tewas ada  ” dua belas”.

Selasa malam, 27 April, Menteri Komunikasi Burkinabè dan juru bicara pemerintah, Ousséni Tamboura, melaporkan dalam siaran pers ” serangan dilakukan oleh orang-orang bersenjata di beberapa tempat di Sahel – Sofokel, Yatakou, Tao dan Seytenga – di provinsi Séno ” .

“Teroris telah melakukan tindakan intimidasi, penjarahan, dan pembunuhan terhadap penduduk sipil. Laporan menunjukkan lebih dari sepuluh orang tewas, ” jelas menteri.

Seorang perwakilan terpilih setempat mengatakan bahwa ada 15 warga yang tewas dan 5 orang hilang. “Orang-orang bersenjata melakukan serangan mematikan pada Senin di desa-desa dan dusun-dusun di kota Seytenga.

Serangan ini telah menewaskan sekitar lima belas orang,” kata pejabat terpilih setempat kepada AFP, yang tidak mau disebutkan namanya.

“Di Desa Yatakou, desa yang pertama kali diserang, sedikitnya sepuluh orang tewas dan lima lainnya hilang di Sofokel ,” jelasnya. Lebih jauh sumber juga  menjelaskan secara rinci bahwa ” para korban sebagian besar adalah laki-laki “.

“Lima orang lainnya diculik oleh para penyerang, yang juga merampas mesin (skuter), makanan dan ternak, ” kata pejabat terpilih setempat.

 ” Sebuah tim militer telah dikerahkan di daerah itu untuk mengamankan penduduk dan memungkinkan pemindahan jenazah, ” kata seorang sumber keamanan.

Menurut penduduk, serangan ini menyebabkan penduduk meninggalkan desa menuju Seytenga dan Dori. Seytenga adalah pedesaan yang terletak 40 kilometer timur laut Dori, ibu kota wilayah Sahel, dan 10 km dari perbatasan Nigeria.

Serangan itu terjadi setelah penyergapan pada Senin di timur Burkina Faso, di mana tiga jurnalis Barat, dua warga Spanyol dan seorang Irlandia tewas, menurut laporan resmi. Burkina Faso telah menjadi sasaran serangan jihadis sejak 2015, seperti tetangganya di Sahel Mali dan Niger.

Sumber: RFI

  • Share