Tanpa Alasan yang Jelas, Iran Tahan Seorang Warga Berkebangsaan Perancis

  • Share

Otoritas Prancis pada Rabu (24/02/2021) mengkonfirmasi bahwa seorang warga negara Prancis telah ditahan di Iran sejak Mei tahun lalu. Penahanan ini dilakukan tanpa alasan yang jelas. Tampaknya ini buah dari perselisihan antara Paris dan Teheran. Selama berbulan-bulan, Prancis telah meminta Iran mengembalikan seorang peneliti yang ditempatkan di bawah tahanan rumah setelah dijatuhi hukuman.

Seorang turis berusia 35 tahun ditangkap pada Mei 2020 saat mengemudikan mobilnya di Iran di wilayah gurun dekat perbatasan dengan Turkmenistan. Informasi ini yang baru diketahui tentang warga negara Prancis yang penahanannya dikonfirmasi Paris pada hari Rabu seperti yang dikutip koran mingguan Le Point.

Pria itu saat ini ditahan di Masyhad, di timur laut negara Iran. Dirinya menerima kunjungan dari diplomat Prancis yang ditempatkan di Teheran. Seorang pengacara Iran telah ditunjuk untuk membelanya di pengadilan. Pengacara tersebut menyesalkan terjadinya “penahanan ilegal” dan “tuduhan yang kontradiktif dan palsu”.

Oleh karena itu, muncullah masalah baru antara Paris dan Teheran. Sebelumnya, akademisi Perancis-Iran Fabriba Adelkhah telah ditahan sejak Juni 2019. Setelah dihukum 5 tahun penjara, Adelkhah baru keluar dari penjara Oktober lalu. Namun, dirinya masih menyandang status tahanan rumah di Ibu Kota Iran.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak warga negara asing atau warga binasi (yang memiliki dua status kewarganegaraan) telah ditangkap di Iran. Beberapa tahanan Iran telah dibebaskan melalui operasi pertukaran tahanan sehingga orang Iran yang ditahan di luar negeri dapat dipulangkan ke negerinya.

 

Penerjemah: Abdul Aziz

Sumber:https://www.rfi.fr/fr/moyen-orient/20210224-iran-paris-confirme-la-d%C3%A9tention-d-un-fran%C3%A7ais

  • Share