Ahok Dipenjara Selama 2 Tahun Jika Mundur dari Pilkada DKI

  • Share

Kliksaja.co – Desakan dari sejumlah pihak agar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mundur dari kontestasi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tahun 2017 bakal sia-sia.

Ahok tahu benar, calon kepala daerah yang sudah mendaftar dan ditetapkan oleh KPU tidak boleh mengundurkan diri hingga tahapan Pilkada selesai.

Begitu pula dengan partai politik yang mengusungnya. Tidak dapat menarik dukungan setelah KPU secara resmi menetapkan calon.

Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (perppu) tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota diatur bahwa calon akan dikenakan sanksi hukum jika mundur. Dan tidak tanggung-tanggung, hukumannya adalah penjara selama 2 tahun.

Ketentuan yang terdapat dalam Pasal 191  itu berbunyi sebagai berikut:

(1) Calon Gubernur, Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati, Calon Wakil Bupati, Calon Walikota, dan Calon Wakil Walikota yang dengan sengaja mengundurkan diri setelah penetapan pasangan calon sampai dengan pelaksanaan pemungutan suara, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 24 (dua puluh empat) bulan dan paling lama 60 (enam puluh) bulan dan denda paling sedikit Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah) dan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

(2) Pimpinan Partai Politik atau gabungan pimpinan Partai Politik yang dengan sengaja menarik pasangan calonnya dan/atau pasangan calon perseorangan yang dengan sengaja mengundurkan diri setelah ditetapkan oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota sampai dengan pelaksanaan pemungutan suara, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 24 (dua puluh empat) bulan dan paling lama 60 (enam puluh) bulan dan denda paling sedikit Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah) dan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Sebelumnya beredar informasi yang menyebut bahwa terdapat tokoh yang selama ini mendukung Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta telah meminta Ahok untuk mengundurkan diri.

Diduga kuat permintaan itu terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang tengah melilit Ahok, dan desakan banyak pihak agar pemerintah tidak melindunginya

Namun, kabar ini juga sudah dibantah oleh calon wakil gubernur yang menjadi tandem Ahok, Djarot Saiful Hidayat. Ia  menegaskan kabar tersebut merupakan berita bohong atau hoax

“Itu hoax. Itu enggak benar. Saya belum mendengar kabar itu dan enggak ada niatan seperti itu,” kata Djarot di Pasar Palmeriam, Matraman, Jumat (4/11/2016).

  • Share