Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengulu  melaporkan banjir dan Longsor yang melanda 10 kabupaten di Bengkulu mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, 8 orang hilang, dan 12.000 lainnya mengungsi.

Sementara untuk kerusakan fisik akibat bencana ini sebanyak 184 rumah, 4 unit fasilitas pendidikan, 40 titik infrastruktur yang tersebar di 9 kabupaten/kota, dan 9 lokasi sarana prasarana perikanan dan kelautan di 5 kabupaten/kota.

Saat ini, banjir di sebagian wilayah sudah surut. Namun, masyarakat diminta waspada dengan munculnya penyakit kulit karena minimnya air bersih, gangguan ISPA, dan lain-lain.

Selain itu longsor dan banjir dapat berpotensi kembali terjadi jika curah hujan tinggi.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Rohodin Mersyah, memerintahkan jajaran SKPD di Bengkulu agar mengerahkan potensi yang ada di daerah untuk membantu penanganan darurat bencana. Selain itu, Rohodin juga sudah melaporkan dampak bencana kepada Kepala BNPB, Doni Modardo.

BNPB sendiri telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat untuk mendampingi BPBD dan memberikan bantuan dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat.

BNPB juga menghimbau kepada kepala daerah yang daerahnya mengalami bencana untuk menetapkan status darurat untuk mempercepat penanganan darurat

Untuk saat ini, kebutuhan yang dianggap mendesak adalah tenda pengungsian, perahu karet, selimut, makanan siap saji, air bersih, family kid, peralatan bayi, lampu emergency, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur dan lingkungan, sanitasi, dan tenaga relawan. (*)