Dubai adalah satu dari tujuh emirat dan kota terpadat di Uni Emirat Arab (UEA). Memiliki masalah yang sama dengan kota besar lainnya di dunia yakni kemacetan, negara ini mulai mengembangkan teknologi transportasi alternatif.

Negara yang terletak di sepanjang pantai selatan Teluk Persia di Jazirah Arab ini dilaporkan akan menjadi negara pertama yang bakal menggunakan pesawat sebagai taksi udara pada musim panas ini,

Dikutip dari laman The Telegraph, Kepala Biro Transportasi Dubai, Mattar al-Tayer mengatakan bahwa taksi bandara ini akan mulai beroperasi di negaranya mulai Juli 2017 ini.

“Kita sudah melakukan ujicoba terhadap model ini dan itu sesuai untuk di gunakan di Dubai sebagai kendaraan transportasi,” ujar Mattar al-Tayer.

Nama Taksi udara yang dimaksud tersebut adalah Ehang 184. Ini merupakan pesawat drone yang dapat membawa seorang penumpang dan barang bawaannya, dan pesawat ini bisa terbang hingga 23 menit.

Baca Juga:

Presiden Mahmoud Abbas: Tanah Palestina Juga Milik Indonesia

Indonesia Ajak Dunia Internasional Wujudkan Perdamaian Palestina-Israel

Panglima TNI Ingatkan Negara Lain Tidak Remehkan Pasukan Indonesia

 
Ehang adalah sebuah pesawat drone bertenaga listrik yang dapat melakukan perjalanan seseorang dan barang bawaan yang berat sampai 100kg. Ia dapat terbang pada kecepatan hingga 63 mil per jam dan membutuhkan waktu dua jam untuk mengisi ulang penuh baterainya.

Untuk mendapatkan taksi ini sebuah aplikasi akan digunakan seperti layanan Uber di mana penumpang bisa memasukkan tujuan mereka dan kemudian peta dan drone tersebut akan menuju ke lokasi mereka.

Namun, untuk memungkinkan Ehang ini mendarat, diperlukan sebuah ruang lapang yang sedikit luas atau ruang khusus untuk tujuan keamanan karena tekanan angin yang dihasilkan cukup kuat.

Pada dasarnya, Dubai bukanlah negara pertama yang menunjukkan minat untuk menggunakan Ehang. Amerika Serikat juga pernah berencana untuk menggunakan Ehang di Las Vegas untuk umum namun belum diadakan ujicoba di negara tersebut.