Hampir sebagian besar kawasan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terendam air setelah banjir bandang menerjang kawasan itu sejak Selasa (22/01/2019).

Debit air di Bendungan Bili-bili yang ada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (22/1) sore terpantau meningkat permukaan airnya. Ketinggian air di bendungan terbesar di Sulawesi Selatan itu mencapai 101,36 meter.

Meningkatnya ketinggian air di bendungan yang luasnya mencapai lebih dari 40 ribu hektare ini akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan.

Sstatus siaga sendiri diberikan jika ketinggian permukaan air mencapai di titik 103 meter. Warga diminta tetap tenang dan terus meningkatkan waspada karena cuaca yang masih sering turun hujan.

Dari data yang didapatkan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), pukul 14.40 WITA, aliran sungai yang berhulu di Bili-bili mengakibatkan banjir, tanah longsor, jembatan putus dan beberapa pohon tumbang. Banjir merendam tujuh kecamatan di Gowa dengan titik terbanyak berada di Kecamatan Somba Opu.

Tim Emergency Response ACT Sulse, Nur Ali Akbar mengatakan, Selasa (22/1) sore Tim ACT sedang bersama tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga, mencoba mengevakuasi warga yang terjebak di Perumahan Nusa Mappala.

“Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, ketinggian air di perumahan itu setinggi orang dewasa, kami sedang evakuasi warga yang masih terjebak,” ungkapnya, Selasa (22/1).

Nur Ali menambahkan, terdapat kebutuhan mendesak yang perlu segera dipenuhi bagi masyarakat terdampak. Selain posko bencana, dapur umum serta perahu karet, ada juga kebutuhan logistik makanan.

“Mendesak untuk dipenuhi itu obat-obatan, air minum, makanan siap santap, serta selimut dan pakaian,” jelasnya.

Di dalam video yang dibagikan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, terlihat derasnya aliran dari Pintu Air Bili-bili. Sedangkan dalam video lainnya sebuah jembatan hancur akibat diterjang derasnya air.

Sementara longsor terpantau terjadi di enam titik. Serta terdapat dua jembatan yang putus akibat terjangan banjir besar ini. Jembatan Jenelata di Manuju dan jembatan yang ada di Desa Patalikang tidak dapat dilewati.(*)