Kliksaja.co – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar sudah dapat menghirup udara bebas setelah lebih dari 7 tahun mendekam di penjara atas tuduhan pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnain.

Namun, Antasari yang pernah membantah terlibat dalam kasus ini mengaku sudah ikhlas dan tidak akan membongkar siapa dalang atas kematian Direktur Putra Rajawali Banjaran yang tewas ditembak pada 15 Maret 2009.

Pernyataan Antasari ini ternyata membuat keluarga Nasrudin kecewa. Padahal sebelumnya mantan Ketua KPK itu telah berjanji kepada keluarga korban untuk membongkar misteri itu. Keluarga Nasrudin pun mendorong agar Antasari bersedia menepati janjinya.

“Terus terang, pernyataan beliau yang mengatakan ‘saya ikhlas, saya memaafkan, saya melupakan masa lalu’ adalah pernyataan yang mencabik-cabik keluarga almarhum,” ujar adik kandung Nasrudin, Andi Syamsuddin dalam konferensi pers di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).

Menurut Andi, ketakutan Antasari Azhar usai bebas dari penjara karena ia masih merasa terdapat kekuatan besar yang akan kembali menjadi ancaman bagi keluarganya. Sehingga ia takut membongkar dalang sebenarnya di balik kasus pembunuhan Nasrudin.

“Enggak usah takut Pak Antasari, sekarang kekuasan sudah berubah. Itu yang saya harapkan,” ucap Andi.

“Pak Antasari, Anda bebas ini jangan menari di atas penderitaan keluarga korban,” imbuhnya.

Meski begitu, Andi menegaskan bahwa keluarganya telah menyiapkan cara untuk membongkar siapa dalang pembunuhan Nasrudin jika Antasari tetap menolak bekerjasama.

Keluarga Nasrudin pun memberikan waktu tiga bulan agar Antasari memenuhi janjinya. Jika tak kunjung dipenuhi, keluarga akan membongkar sendiri siapa dalang pembunuh Nasrudin sebenarnya. Keluarga mengklaim telah memiliki bukti dari keterangan Antasari.

“Bukti-bukti sudah ada, saya kumpulkan. Tinggal tunggu momen,” tegas Andi.

Andi mengaku memiliki rekaman pembicaraan dirinya dengan Antasari selama di penjara. Rekaman itu akan ia bongkar jika dalam waktu yang yang sudah ditentukan Antasari tetap tak mengungkap pembunuh Nasrudin sebenarnya.

“Rekaman seluruh proses perjalanan saya, audio visual waktu saya ketemu siapa dengan siapa. Memang butuh nyali. Pak Antasari, maaf setiap pembicaraan Anda saya rekam,” tandas Andi.