Ledakan di 3 gereja dan 3 hotel pada Minggu pagi (21/04/2019) di Sri Lanka menewaskan 207 orang dan melukai 450 orang lainnya.

Dikutip dari The Associated Press,  delapan ledakan dalam waktu yang berdekatan itu menewaskan para jemaah dan tamu hotel.

Saksi mata menggambarkan ledakan sangat kuat, diikuti asap, darah, pecahan kaca, bunyi alarm dan jeritan korban.

Foto: The Associated Press/ Chamila Karunarathne

“Ada darah di mana-mana,” kata Bhanuka Harischandra, seorang saksi mata, dikutip dari The Associated Press.

Kementerian Luar Negeri Sri Lanka mengatakan, dari ratusan korban tewas, ada 27 orang asing yang telah ditemukan. Mereka berasal dari Inggris, AS, India, Portugal dan Turki.

Sekretaris Negara A.S. Mike Pompeo mengatakan beberapa warga Amerika termasuk di antara yang tewas.

Sementara itu Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe khawatir teror bom itu dapat memicu ketidakstabilan di Sri Lanka.

Pemerintah Sri Lanka akan memberlakukan jam malam nasional dari jam 6 malam hingga 6 pagi.

Uskup Agung Kolombo, Kardinal Malcolm Ranjith, meminta pemerintah Sri Lanka untuk segera menghukum para pelaku teror. (*)