Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY kembali mencurahkan perasaannya di Twitter. Ia mengeluh adanya unjuk rasa di kediamannya yang terletak kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Melalui akun Twitternya, @SBYudhoyono pada pukul 15.05 WIB, Senin, 6 Januari 2017, para demonstran itu juga meneriaki kediamannya.

“Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan “digrudug” ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*,” cuit SBY.

SBY juga mengngkapkan, saat kejadian tidak ada pihak keamanan yang memberi tahu dirinya. Karena itu, kedatangan orang-orang tersebut membuat dirinya kaget.

“Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. *SBY*,” imbuh SBY.

Pada kesempatan itu, SBY juga menyayangkan adanya upaya provokasi terhadap sejumlah elemen mahasiswa untuk menangkap dirinya.

“Kemarin yg saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi & agitasi thd mahasiswa utk “Tangkap SBY”. *SBY*,” kata Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

Tak hanya itu, SBY juga melontarkan pertanyaan untuk Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terkait unjuk rasa ini.

“Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY*,” kicaunya.

“Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*,” tutup SBY.