Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar secara tegas menyebut bahwa Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengetahui benar mengenai kasus pembunuhan bos Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Antasari mengatakan, hal ini terkait kasus yang menyebabkan dirinya mendekam di penjara selama 7 tahun 6 bulan atas kesalahan yang tak pernah dibuatnya.

“Untuk itu saya mohon kepada Bapak SBY jujur, beliau tahu perkara saya ini. Cerita, apa yang beliau alami dan beliau perbuat,” ujar Antasari Azhar di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Pada kesempatan itu, Antasari juga mengatakan, bahwa SBY harus terbuka soal rekayasa kasus yang dituduhkan kepadanya.

Ia menuturkan, sekitar Maret 2009 saat menjadi Ketua KPK, ia didatangi CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang mengaku diperintah oleh SBY untuk menemuinya agar besannya, Aulia Pohan yang terbukti korupsi tidak ditahan.

Baca Juga:

Antasari Azhar Minta SBY Jujur Soal Pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen

Anas Sebut SBY “Mainkan” Isu Islam Demi Menangkan Agus di Pilkada DKI

Siapa Paling Takut Dendam Antasari Azhar?

 
“(Hary Tanoesoedibjo) Datang minta supaya saya jangan menahan Aulia Pohan karena katanya ‘Saya bawa misi, saya diminta temui Bapak’,” kata Antasari meniruka pernyataan Hary saat itu.

Mendengar hal tersebut, Antasarimenolak. Menurutnya, tidak mungkin Aulia Pohan tidak ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia sebesar Rp 100 miliar kepada para mantan pejabat BI dan anggota DPR RI.

“‘Waduh Pak, saya mohon betul-lah. Saya bisa ditendang dari Cikeas karena bagaimanapun nanti masa depan Bapak bagaimana’,” tutur Antasari kembali menirukan ucapan Hary saat itu.

“Saya bilang, saya sudah memilih profesi penegak hukum kok, risiko apa pun saya terima,” kata Antasari.

Dua bulan setelah itu, pada Mei 2009, Antasari Azhar ditangkap. Ia dituduh membunuh Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.