Delapan ledakan yang menewaskan 207 orang dan melukai 450 orang lainya pada Minggu (21/04/2019) di Sri Lanka memantik reaksi keras dari pemimpin dunia.

Perdana Menteri Inggris Teresa May mengatakan di Twitter bahwa tidak boleh ada seorang pun yang menjalankan ibadahnya dalam rasa takut.

“Kita harus berdiri bersama untuk memastikan bahwa tidak seorang pun harus (mempraktikkan) keyakinan mereka dalam ketakutan,” kata Teresa May.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut ledakan itu sebagai serangan terhadap seluruh umat manusia.

Sementara itu Presiden Rusia menyampaikan belasungkawa atas kejadian teror di Sri Lanka. Ia berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

“Saya berharap para pelaku dan otak aksi kejam ini, yang dilakukan pada puncak perayaan Paskah, mendapat hukuman yang setimpal,” kata Putin, dikutip dari Tass.

Donald Trump dalam cuitan di Twitter mengatakan “AS menyampaikan duka cita kepada bangsa besar Sri Lanka. Kami siap membantu.”

Presiden Joko Widodo dalam cuitannya di Twitter mengecam keras ledakan yang terjadi di beberapa tempat di Sri Lanka.

“Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah Sri Lanka dan seluruh keluarga korban. Semoga korban yang luka-luka dapat segera pulih,” tulis Jokowi di akun Twitternya. (*)