Sepuluh negara ASEAN dan lima negara mitra yang terlibat dalam negosiasi pakta perdagangan bebas Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), siap menandatangani kesepakatan tahun depan

Ketua Komite Perundingan RCEP Iman Pambagyo mengemukakan saat ini tinggal perwakilan India yang belum menyepakati.

Menurut Iman, India masih hati-hati dan akan mengonsultasikan dengan pemerintahan di dalam negerinya.

“Kalau di joint statement dari 16 negara, 15 sudah menyatakan selesai. Apa yang dirundingkan dinyatakan selesai, India ada di working group tadi. Tapi setelah dibawa ke New Delhi, mereka katakan ada hal-hal yang masih sulit diterima. Jadi kami pikir akan dibawa ke domestik India,” kata Iman kepada wartawan di Bangkok, Thailand, Senin (04/11/2019) malam.

Ke-15 negara yang disebut Iman Pambagyo itu adalah Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam dari ASEAN. Kemudian ditambah Jepang, RRT, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Para utusan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 RCEP, lanjut Iman, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Indonesia selaku koordinator perundingan atas selesainya perundingan yang mencakup 20 bab itu.

“Kemarin kita bertemu sampai lewat tengah malam dan 20 bab selesai tinggal teruskan perundingan tentang akses pasar, mungkin yang cukup berat  3% an,” terang Iman.

Sementara itu, dalam pernyataan bersama (joint statement) yang dibacakan pada penutupan RCEP Summit itu disebutkan adanya komitmen dari 16 negara untuk mencapai perjanjian kemitraan ekonomi yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi, dan saling menguntungkan.

“Dengan latar belakang adanya lingkungan global berubah dengan cepat, penyelesaian negosiasi RCEP akan menunjukkan komitmen bersama kita terhadap perdagangan daninvestasi terbuka di seluruh kawasan,” bunyi pernyataan bersama itu.

Menurut pernyataan bersama itu,  RCEP secara signifikan akan meningkatkan prospek pertumbuhan masa depan kawasan dan berkontribusi positif terhadap ekonomi global, sekaligus berfungsi sebagai pilar pendukung sistem perdagangan multilateral yang kuat dan promosi pembangunan ekonomi di wilayah tersebut.

“Kami menyambut baik laporan yang disampaikan oleh para menteri tentang hasil negosiasi RCEP yang dimulai pada 2013. Kami memahami 15 negara yang berpartisipasi dalam RCEP telah menyepakati negosiasi berbasis teks untuk 20 bab dan semua isu akses pasar maupun legal scrubbing yang ditugaskan kepada mereka untuk mulai ditandatangani pada tahun 2020,” tegas pernyataan tersebut.

Terkait India, diakui dalam  pernyataan bersama itu, memiliki masalah luar biasa yang signifikan yang masih belum terselesaikan.

Namun semua negara RCEP akan bekerja bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah ini dengan cara yang saling menguntungkan.

“Keputusan akhir India akan tergantung pada solusi yang terbaik dari masalah ini,” tegas pernyataan bersama itu. (*)