Jumlah orang yang positif terjangkit virus korona atau COVID-19 di Singapura hingga Selasa (11/02/2020) berjumlah 47 orang.

Data ini disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya, Rabu (12/02/2020).

“KBRI setiap kali secara reguler mengeluarkan rilis situasi terakhir. Kasus terakhir virus korona di Singapura, sampai kemarin tanggal 11, pukul 12.00 bertambah dua kasus COVID lagi, total sampai sekarang 47 orang,” kata Swajaya.

Ia menyampaikan dari total 47 orang yang positif terjangkit virus korona itu, sembilan diantaranya dinyatakan sembuh, sementara tujuh orang dirawat dalam ICU, dan sisanya dalam kondisi stabil.

Menurut Swajaya Kementerian Kesehatan Singapura secara reguler memberikan informasi secara detail dan transparan terkait penanganan virus korona.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Singapura, terdapat sedikitnya 1.124 orang yang melakukan kontak atau interaksi dengan 47 orang yang positif terjangkit korona.

Dari 1.124 orang itu, 989 di antaranya dikarantina tidak boleh keluar dan terus disuplai makanan.

Swajaya juga telah menerima penjelasan dari Kementerian Luar Negeri Singapura terkait status oranye wabah korona di Singapura.

Ia menyampaikan bahwa dua hari lalu, ketika status oranye ditetapkan, masyarakat Singapura sempat berbondong-bondong berbelanja kebutuhan pokok ke supermarket-supermarket, sehingga Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, harus memberikan penjelasan umum mengenai apa yang dihadapi dan mampu menenangkan masyarakat agar tak khawatir.

“Sekarang tak ada lagi rush,” ujar dia.

Ia mengatakan yang dapat dipelajari dari pengalaman negara kota Singapura menangani virus korona adalah beberapa kebijakan yakni menerapkan transparansi secara berkala kepada masyarakat, serta selalu berhubungan dan bekerja sama dengan pengambil kebijakan terkait kesehatan di berbagai negara. (*)