Ada Problem Serius, 74 Guru Besar Minta Pimpinan KPK Batalkan TWK

  • Share

Sebanyak 74 Guru Besar dari berbagai universitas meminta pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membatalkan tes wawasan kebangsaan (TWK).

Para Guru Besar itu menilai TWK yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu itu memiliki problem yang serius.

“Padahal, setelah dicermati lebih lanjut, TWK yang diikuti oleh seluruh pegawai KPK memiliki problematika serius,” kata 74 Guru Besar dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Minggu (16/05/2021).

Para Guru Besar itu menyoroti Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 mengenai hasil assesment TWK pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat sebagai ASN.

Dalam keputusan itu disebutkan para pegawai yang tidak memenuhi syarat (TMS) diminta menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan.

Hal ini, menurut 74 Guru Besar itu bertolak belakang dengan pemaknaan alih status karena sudah masuk pada ranah pemberhentian oleh pemimpin KPK.

Padahal dalam putusan uji materi Undang-undang KPK, Mahkamah Konstitusi menyebutkan alih status kepegawaian tidak boleh merugikan hak-hak pegawai KPK.

Selanjutnya ke-74 Guru Besar menyoroti pertanyaan-pertanyaan kepada para pegawai KPK saat wawancara. Menurut para Guru Besar, pertanyaan-pertanyaan itu irasional dan tidak relevan dengan isu pemberantasan korupsi.

“Jadi dapat disimpulkan bahwa TWK ini tidak tepat jika dijadikan syarat untuk mengangkat pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara. Semestinya proses ini dapat berjalan langsung, tanpa ada seleksi tertentu sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” lanjut keterangan 74 Guru Besar.

Para Guru Besar itu menilai para pegawai yang tidak lolos TWK memiliki jejak rekam yang panjang dalam pencegahan atau penindakan korupsi. Ketidaklulusan mereka tidak sesuai dengan kinerja yang sudah diberikan selama ini.

“Sederhananya, jika wawasan kebangsaan mereka diragukan mestinya dengan sendirinya akan tercermin dalam kinerjanya selama ini, misalnya melakukan pelanggaran etik atau tidak taat terhadap pemerintah,” lanjut Guru Besar.

Lebih lanjut, ke-74 Guru Besar itu khawatir pemberhentian para pegawai yang tidak lulus TWK akan berimplikasi pada penanganan kasus korupsi yang sedang ditangani.

Seperti kasus korupsi suap bantuan sosial di Kementerian Sosial, suap ekspor benih lobster, pengadaan KTP-elektronik, dan suap mantan sekretaris Mahkamah Agung.

Terlebih, dari 75 nama pegawai KPK yang diberhentikan itu, terdapat beberapa penyelidik dan penyidik.

“Kami menilai bukan tidak mungkin pengusutan perkara-perkara tersebut akan melambat, dan hal ini akan merugikan rakyat selaku korban praktik korupsi dan pemegang kedaulatan tertinggi di republik ini,” tegas Guru Besar.

Berikut adalah daftar para Guru Besar yang mendesak pimpinan KPK untuk membatalkan TWK sebagai syarat alih status pegawai.

1. Prof Emil Salim (Guru Besar FEB UI)

2. Prof Sulistyowati Irianto (Guru Besar FH UI)

3. Prof Azyumardi Azra (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah)

4. Prof Sigit Riyanto (Guru Besar FH UGM)

5. Prof Ni’matul Huda (Guru Besar FH UII)

6. Prof. em. Dr. Franz Magnis-Suseno (Guru Besar STF Driyarkara)

7. Prof Jan S Aritonang (Guru Besar Sekolah Tinggi Teologi Jakarta)

8. Prof Ningrum Natasya Sirait (Guru Besar FH USU)

9. Prof Anna Erlyana (Guru Besar FH UI)

10.Prof Andri G Wibisana (Guru Besar FH UI)

11.Prof. Dr. Zainul Daulay, S.H ( Guru Besar FH Unand)

12.Prof. Dr. Masri Mansoer, M. A. (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

13.Prof. Dr. Sukron Kamil (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

14.Prof Multamia RMT Lauder (Guru Besar FIB UI)

15.Prof Herlien D Setio (Guru Besar FT ITB)

16.Prof Dr Frans Limahelu (Guru Besar FH UNAIR)

17.Prof. Sonny Priyarsono (Guru Besar FEM IPB)

18.Prof. Evy Damayanthi (Guru Besar FEMA IPB)

19.Prof Asep Saepudin (Guru Besar Statistik IPB)

20.Prof Atip Latipulhayat (Guru Besar FH UNPAD)

21.Prof Muhammad Chirzin, M.Ag. (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

22.Prof. Bambang Hero Saharjo (Guru Besar Fakultas Hutan IPB)

23.Prof Dr Hibnu Nugroho (Guru Besar FH UNSOED Purwokerto)

24.Prof Riris K. Toha Sarumpaet (Guru Besar FIB UI)

25.Prof Manekke Budiman (Guru Besar FIB UI)

26.Prof Akmal Taher (Guru Besar FK UI)

27.Prof. Pratiwi Soedharmono (Guru Besar FK UI)

28.Prof. Ratna Sitompul (Guru Besar FK UI)

29.Prof. Harun Joko Prayitno (Guru Besar UMS Surakarta)

30.Prof Dr M Zaidun (Guru Besar FH UNAIR)

31.Prof Didik J Rachbini (Guru Besar FE Universitas Mercubuana)

32.Prof. Dr. M. Dien Madjid (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

33.Prof Budi Haryanto (Guru Besar FKM UI)

34.Prof Hendra Gunawan (Guru Besar FMIPA ITB)

35.Prof Iwan Pranoto (Guru Besar FMIPA ITB)

36.Prof Muhadjir Darwin (Guru Besar FISIP UGM)

37.Prof Harihanto (Guru Besar FISIP UNMUL)

38.Prof Elita Rahmi (Guru Besar FH Universitas Jambi)

39.Prof. Agustinus Kastanya (Guru Besar Kehutanan, UNPATII, Ambon)

40.Prof Dr Marwan Mas, SH MH (Guru Besar FH Universitas Bosowa)

41.Prof. Aminuddin Mane Kandari (Guru Besar FHIL, UHO, Kendari)

42.Prof. Achmad Nurmandi M.Sc (Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

43.Prof. Ahmad Khairuddin (Guru Besar UM Banjarmasin)

44.Prof H. R. Partino (Guru Besar Fakultas Psikologi UNCEN Papua)

45.Prof. Dr. Muhammad Azhar (Guru Besar UMY)

46.Prof. Dr. Bambang Cipto (Guru Besar UMY)

47.Prof Wahyudi Kumorotomo (Guru Besar Fisipol UGM)

48.Prof PM Laksono (Guru Besar FIB UGM)

49.Prof Haryono Umar (Guru Besar FE Universitas Trisakti)

50.Prof Andi Faisal Bakti (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

51.Prof Ramlan Surbakti (Guru Besar FISIP UNAIR)

52.Prof. Dr. RM. Teguh Supriyanto (Guru Besar FBS UNNES)

53.Prof Dr Budi Setiadi Daryono (Guru Besar FB UGM)

54.Prof Dr Syafrinaldi SH, M.C.L (Guru Besar FH Universitas Islam Riau)

55.Prof Dr Ir Ali Agus (Guru Besar Fakultas Peternakan UGM)

56.Prof Widi A Pratikto (Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan ITS)

57.Prof Ir Syamsir Abduh (Guru Besar FTI Universitas Trisakti)

58.Prof Melanie Sadono (Guru Besar FKG Universitas Trisakti)

59.Prof Agus Sardjono (Guru Besar FH UI)

60.Prof Rosa Agustina (Guru Besar FH UI)

61.Prof Dr Ir Saratri Wilonoyuda (Guru Besar FT UNNES)

62.Prof Dr Tri Marheni P Lestari (Guru Besar FIS UNNES)

63.Prof Dr Kuntjoro (Guru Besar Fakultas Psikologi UGM)

64.Prof. Achmad Romsan (Guru Besar FH UNSRI)

65.Prof Mas Roro L Ekowanti (Guru Besar FISIP UHT Surabaya)

66.Prof Daniel M Rosyied (Guru Besar ITS)

67.Prof Bedjo Suyanto (Guru Besar UNJ)

68.Prof Koesmawan (Guru Besar STIE Ahmad Dahlan)

69.Prof Jafar Haruna (Guru Besar Universitas Mulawarman)

70.Prof Daryono Hadi Tjahjono (Guru Besar Farmasi ITB)

71.Prof Emy Susanti (Guru Besar FISIP UNAIR)

72.Prof Emir M Husni (Guru Besar STIE ITB)

73.Prof Hariadi Kartodihardjo (Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB)

74.Prof Mayling Oey (Guru Besar FEB UI). (*)

  • Share