Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) untuk yang pertama kalinya di Aula Bappaeda Cianjur, Sabtu (12/10/2019).

Munas tersebut dihadiri ratusan orkestrator dari berbagai unsur, petani, pedagang, buruh, professional, hingga politisi.

Ketua Umum Orkestra Poempida mengatakan, dari awal kehadirannya, kerja-kerja Orkestra berbasis pada advokasi hak-hak rakyat dalam mengakses kesejahteraannya.

Orkestra melihat ada sumbatan serius disana. Banyak persoalan kesejahteraan rakyat yang tidak tersentuh dan tidak terdengar. Sehingga rakyat tidak merasakan hadirnya kesejahteraan dalam hidupnya.

“Keluh-kesah rakyat harusnya bisa didengar dan disentuh oleh para pemegang kebijakan publik,” kata Poempida dalam orasi kebangsaannya.

Orkestra berkomitmen untuk membunyikannya dalam berbagai kesempatan yang ada melalui forum-forum formal ataupun informal.

Orkestra bertekad menjadi suryakanta bagi kesulitan-kesulitan rakyat tersebut. Sehingga, soal-soal kerakyatan menjadi jelas terlihat secara detil.

“Jika sudah teramati, maka langkah penanganannya bisa segera diambil bagi penyelesaiannya,” tutur Poempida.

Sementara itu Sekretaris Umum Orkestra Ais mengatakan, Orkestra itu identik dengan nyanyian rakyat. Orkestra membunyikan kegelisahan yang dialami oleh rakyat.

“Orkestra, identik dengan nyanyian rakyat. Isu-isu kegelisahan rakyat atas kondisi yang dialaminya, dibunyikan organisasi ini seiring telaah atas regulasi yang menyertainya” ungkap Ais di arena Munas.

Pada Munas tersebut, Poempida kembali terpilih menjadi Ketua Umum setelah kandidat lainnya menarik diri dari pencalonan.

Munas Orkestra ditutup sore hari, setelah DPD-DPD Orkestra menyampaikan pandangan-pandangannya. Termasuk Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum.

Dalam pandangannya, Wagub berharap keputusan Munas nantinya bisa memberikan manfaat, khususnya bagi warga Jabar. (*)