Kliksaja.co – Namanya Tutut. Pangkat Ajun Inspektur Satu Polisi. Dia adalah salah satu anggota Timsus Satpas Polda Metro Jaya. Dalam pekan akhir bulan November 2016, Aiptu Tutut berhasil menangkap calo SIM di Satpas SIM di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Tidak main-main, dalam melakukan penangkapan ini, Aiptu Tutut bahkan melakukan penyamaran. Kadang menjadi pedagang gorengan, kadang penyapu jalanan.

“Saya mendapat perintah dari atasan untuk mengungkap kasus percaloan SIM di Daan Mogot yang marak dikeluhkan oleh masyarakat,” kata pria asal Purworejo, Jawa Tengah.

Dalam laporan yang masuk ke kepolisian, praktik percaloan untuk pembuatan SIM, seorang calo bisa meminta imbalan Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta.

Semula, bintara tinggi ini agak bimbang, bagaimana caranya bisa mengungkap kasus tersebut. Namun sebagai abdi negara yang telah dibekali ilmu dalam berbagai jenjang kependidikannya di kepolisian, Aiptu Tutut pun melaksanakan tugas itu dengan melakukan penyamaran sebagai tukang gorengan.

Dengan menggunakan gerobak dorong, Aiptu Tutut mulai menjajakan dagangannya di sekitar Satpas SIM Daan Mogot.

“Banyak temen-temen sesama anggota polisi, tidak ada yang mengenali saya,” ujar pria yang murah senyum ini.

Dari penyamaran ini, dia tahu siapa-siapa yang melakukan praktik percaloan. Selanjutnya, dia menginformasikan kepada Tim Satpas tentang calo-calo yang berkeliaran. Para calo itu langsung ditangkapi.

Selain menyamar sebagai tukang gorengan, Aiptu Tutut juga menjadi penyapu jalanan.

“Terkadang saya juga jadi penyapu jalanan. Banyak informasi yang saya dapat,” terangnya.

Atas keberhasilan mengungkap praktik percaloan dan juga penipuan di lingkungan Satpas SIM Daan Mogot, Aiptu Tutut mendapat penghargaan dari pimpinannya melalui Dirlantas Polda Metro Jaya dan Kepala Sie SIM.

Bintara jebolan Lido 14, yang dikenal supel dan dekat dengan para wartawan maupun sesama anggotanya,  mengimbau agar masyarakat tidak  lagi membuat SIM maupun perpanjangan, tidak melaluo orang tidak dikenal yang berusaha mendekati.

“Lebih baik bertanya langsung pada petugas SIM, daripada bertanya pada orang yang tidak dikenal,” ujar Aiptu Tutut.[***]