Anies Baswedan: Jakarta International Stadium Harus Jadi Pemersatu Golongan

  • Share

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara harus menjadi pemersatu antargolongan.

Hal tersebut disampaikan Anies saat meninjau proses pengangkatan rangka atap di JIS, Jakarta Utara, Rabu (16/06/2021).

Anies mengatakan meskipun selama ini warga Jakarta tidak memiliki stadion yang khusus digunakan masyarakat di Jakarta, namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun stadion bertaraf Internasional yang bisa menampung 80 ribu penonton itu sebagai tempat merasakan kebersamaan.

“Di tempat ini semua bisa datang, merasakan kesetaraan, merasakan kebersamaan. Jadi stadion ini merupakan sebuah tempat dimana warga bisa merasakan perasaan kebersamaan,” ujar Anies.

“Lebih dari sekadar tempat pertandingan sepakbola, lebih dari sekadar tempat konser, lebih dari tempat kegiatan-kegiatan massal, tapi untuk membuat warga Jakarta merasakan kebersamaan,” lanjut Anies.

Anies menjelaskan di dalam gedung yang kini sudah bersertifikat “green building” kategori platinum tersebut nantinya memiliki tiga fasilitas ramah lingkungan.

Pertama, fasilitas “zero run off”, yaitu pengolahan air hujan agar tidak terbuang ke luar secara cuma-cuma.

“100 persen air hujan tidak dialirkan keluar tapi diolah dan kemudian dikembalikan ke tanah atau dimanfaatkan,” ujar Anies.

Kedua, Anies juga memastikan bahwa sarana “water treatment” yang akan dibangun lengkap di dalam JIS ​​​​agar seluruh air yang digunakan di tempat itu didaur ulang sehingga tidak ada air kotor yang terbuang.

“Jadi tidak ada pencemaran akibat air yang digunakan di sini,” kata Anies.

Ketiga, penggunaan seluruh fasilitas energi berbasis sinar matahari (solar system). Nantinya dibangun solar panel, lalu ada baterai sehingga semua tenaga listrik yang dipakai berdasarkan sumber daya listrik berbasis solar (sinar matahari).

Begitu juga rumputnya, Anies meminta perawatannya menggunakan bahan-bahan yang memang dari alam bukan pestisida sehingga ketika dimanfaatkan tidak merusak tanah dan tidak merusak rumput.

Ke depan, ia berharap sifat dari ramah lingkungan yang diterapkan di stadion ini dapat menjadi standar bagi bangunan-bangunan lain yang ada di Jakarta.

“Jadi ‘benchmark’ untuk bangunan-bangunan lain. Ini bukan hanya soal ramah lingkungan tapi juga filosofi teknologinya,” kata Anies.

Bangunan ini akan menjadi salah satu monumen besar di Kota Jakarta. “Karena itu mari kita rawat sebaik-baiknya,” kata Anies. (*)

  • Share