Masyarakat yang tetap berada di rumah selama dua bulan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah pahlawan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Selasa (19/05/2020).

“Kepada seluruh masyarakat yang selama dua bulan ini disiplin, kami ingin sampaikan terima kasih. Andalah pahlawan dalam pengendalian penularan COVID-19. Garda terdepannya adalah kita, sementara tenaga medis adalah pertahanan terakhir,” kata Anies.

Menurut Anies, dengan berada di rumah, artinya masyarakat bisa mencegah penularan, sehingga tidak ada penambahan pasien. Dengan begitu, tenaga medis juga tidak terbebani.

“Tapi bila kita bepergian, kita tidak menjaga jarak, kita longgar, maka kita menambah beban untuk pertahanan terakhir kita, yaitu para tenaga medis. Jadi saya ingin sampaikan terima kasih, apresiasi kepada semua yang sudah menjaga,” kata Anies.

Sementara kepada mereka yang belum taat, Anies ingin mengharapkan mereka terpanggil untuk ikut ambil tanggung jawab berdisiplin menjalankan PSBB sehingga Jakarta benar-benar bisa sukses mengendalikan virus ini.

“InsyaAllah kita bisa kembali berkegiatan normal, dalam beberapa hari ke depan, fase-fase pembukaan bisa dilakukan dan bisa kembali berkegiatan sehingga PSBB yang diperpanjang sampai tanggal 4 Juni ini, mudah-mudahan menjadi PSBB penghabisan. Setelah itu kita memulai babak baru bisa berkegiatan di luar rumah seperti semula, dan tentu dengan protokol yang baru,” katanya.

Data terakhir di Jakarta per Selasa (19/05/2020) ini, secara total ada 6.053 kasus positif COVID-19, di antaranya ada 1.936 yang dirawat. Kemudian ada 1.417 pasien sembuh, 487 pasien meninggal dan 2.213 yang diisolasi mandiri.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PSBB periode ketiga selama 14 hari mulai 22 Mei 2020 hingga 4 Juni 2020 guna memutus mata rantai virus corona (COVID-19).

Anies mengharapkan PSBB periode ketiga ini merupakan periode penghabisan sehingga masyarakat diminta lebih disiplin menaati PSBB. (*)