Wabah virus korona di Malaysia berdampak terhadap penundaan awal masuk perkuliahan di kampus International Islamic University Malaysia (IIUM) di Gombak, Negara Bagian Selangor.

Pengumuman penundaan kelas tersebut disampaikan oleh Rektor IIUM, Prof Emiritus Tan Sri Dato Dzulkifli Abdul Razak di Kuala Lumpur, Rabu (12/02/2020).

“Sehubungan dengan merebaknya COVID-19 baru-baru ini, manajemen universitas telah memutuskan untuk mengambil tindakan pencegahan proaktif dan maksimum,” katanya.

Sesuai prosedur operasi standar, ujar dia, IIUM telah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk siswa baru, serta untuk siswa yang kembali dari China sejak 28 Januari 2020.

“Universitas juga telah menyiapkan dua lokasi (tempat  IIUM) untuk tujuan pemantauan. Langkah ini diperlukan bagi mereka yang datang dari Tiongkok dan juga bagi mereka yang baru-baru ini bepergian ke Tiongkok,” katanya.

Dalam pandangan ini, ujar dia, manajemen universitas telah memutuskan untuk mengambil tindakan pencegahan tambahan dengan menunda semua kelas di Kampus Gombak mulai dari 13 Februari hingga 23 Februari 2020 sehingga semua kegiatan mahasiswa disarankan untuk ditunda juga.

“Semua siswa dapat kembali ke kota asalnya jika mereka menginginkannya. Mereka yang memilih untuk tetap berada di kampus disarankan untuk mengamati semua tindakan untuk meminimalkan risiko infeksi,” katanya.

Tujuan utama dari langkah proaktif ini, ujar dia, adalah untuk memastikan standar keselamatan dan kesejahteraan maksimum komunitas IIUM.

“Dukungan dan komitmen anda sehubungan dengan masalah ini sangat kami hargai. Semoga Allah SWT melindungi kami dari segala bahaya dan memberkati kami dengan kesehatan yang baik,” ujar Dzulkifli.

Sementara itu Wakil Dekan IPSIS Universitas Teknologi MARA (UiTM), Assoc Prof Dr Siti Farhana mengatakan tidak ada penundaan perkuliahan di kampus UiTM.

“Kuliah UiTM akan dimulai pada 24 Februari 2020. Kalau ada kabar lebih lanjut dari manajemen akan diinformasikan,” katanya.

Sejumlah kampus di Malaysia seperti IIUM dan UiTM memiliki mahasiswa internasional dari sejumlah negara termasuk China dan Indonesia. (*)