Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau, menimbulkan kabut asap yang memperburuk kualitas udara dan memperpendek jarak pandang di Kota Pekanbaru, Riau.

Menurut laporan Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, pada Rabu (31/08/2019) pukul 07.00 WIB kabut asap tersebut membuat jarak pandang hanya sekitar tiga kilometer.

“Jarak pandang Kota Pekanbaru pukul 07.00 WIB tiga kilometer akibat asap,” kata Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, Mia Vadila, yang dikutip dari Antara.

Selain Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan juga terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Jarak pandang di Pelalawan berkurang menjadi hanya sekitar dua kilometer.

Menurut data BMKG, di Kabupaten Pelalawan, ada 60 titik panas indikasi kebakaran hutan dan lahan pada Selasa (30/07/2019). Pada rabu pagi, titik panas itu turun menjadi empat.

Selain di Kabupaten Pelalawan, titik panas juga terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir (tiga), Kampar (satu), Indragiri Hulu (satu), dan Rokan Hilir (satu).

Guna mencegah dampak kabut asap terhadap kesehatan warga, Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah membagikan 10.000 masker kepada warga Kota Pekanbaru.

Petugas Dinas Kesehatan membagikan masker kepada para pengendara kendaraan dan pejalan kaki di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tuanku Tambussai, Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Yos Sudarso.

Sementara itu, Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau hingga Rabu masih berjibaku memadamkan api yang membakar lahan dan kawasan hutan.

Sebagai informasi, sejak awal Januari 2019, kebakaran hutan dan lahan di Riau telah menghanguskan lebih dari 3.800 hektare lahan. (*)