Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengusulkan perubahan secara menyeluruh dalam penyelenggaraan pemilu maupun pilkada.

Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, penyelenggaraan pemilu saat ini sangat melelahkan. Hal ini dikarenakan sistem perhitungan suara dan sistem rekapitulasi suara masih menggunakan cara yang manual.

Selain itu, waktu kampanye sangat panjang dan penggunaan paku untuk mencoblos sudah tidak relevan di era digital 4.0.

“Cara-cara ini harus segera diubah karena sangat merugikan kita semua. Saya mendorong pemerintah, KPU dan DPR untuk mengevaluasi pelaksanaan pemilu 2019 dan mengkaji undang-undang pemilu yang ada,” kata Bamsoet, dikutip dari Parlementaria Terkini, Jumat (26/04/2019)

Bamsoet menuturkan bahwa KPU sempat mengusulkan penggunaan e-counting dan e-rekap, namun hal itu tidak cukup.

Ia mengusulkan adanya perubahan secara menyeluruh, hingga penggunaan e-voting yang menurutnya akan lebih menghemat waktu dan biaya.

Menurutnya, melalui sistem e-voting, tidak diperlukan lagi jumlah panitia penyelenggara, pengawas, saksi maupun keamanan yang banyak.

“Termasuk tidak dibutuhkan lagi pengadaan bilik suara, kotak suara, surat suara dan tinta. Sehingga melalui e-voting penyelenggaraan Pemilu diharapkan bisa lebih mempermudah dan mempercepat proses  perhitungan dan rekapitulasi suara, sehingga bisa meminimalisasi jatuhnya korban,” tambah Bamsoet.

Untuk itu, legislator dapil Jawa Tengah VII tersebut mendorong KPU untuk mempersiapkan sarana maupun prasarana, dan melakukan kajian secara matang terhadap rencana pelaksanaan Pilkada dan Pemilu jika menggunakan sistem e-voting.

“Ini penting dilakukan agar dapat menjamin asas jujur, adil dan rahasia tetap terjamin, kelancaran, keamanan, dan ketertiban pada pelaksanaan pilkada dan pemilu mendatang, serta selalu mengedepankan prinsip bekerja dengan transparan, berintegritas, profesional, dan independen,” pungkas politisi Partai Golkar itu. (*)