Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal Polri berhasil mengungkap Tindak Pidana Ilegal Akses, yaitu peretasan terhadap server PT Indomaret.

Empat orang berhasil diamankan, dua diantaranya adalah mantan pegawai IT d PT Indomaret dengan identitas  EG (24) dan IT (22). Dua tersangka lain yakni LW (24) dan BP (25).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol . Asep Adi Saputra menjelaskan kasus ini bermula dai kecurigaan PT Indomaret dengan transasksi yang berjumlah 4.000 lebih untuk pembelian game atau voucher game online.

“Kecurigaan ini sekitar Februari 2019 yang kemudian dilaporkan pada Direktorat Siber Bareskrim,” jelas Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jumat (12/04/2019).

Pada kasus ini, EG dan IT melakukan akses illegal ke jaringan toko Indomaret di Palembang dan mengambil data server dengan menggunakan teknik dan program tertentu.

Setelah voucher game online didapatkan kemudian dua orang, LW dan BP berperan memasarkannya di medsos atau toko online.

“Harga pasarannya adalah Rp 500.000 masing-masing. Nah mereka ini menjual dengan harga setengahnya. PT Indomaret mengalami kerugian Rp 2,5 miliar. Kasus ini memiliki TKP di daerah Palembang,” terang Asep.

Kasubdit I Dit Siber Bareskrim Polri Kombes Pol. Dani Kustoni mengatakan pelaku pernah bekerja di Indomaret, pelaku tahu username dan password di setiap gerai Indomaret yang ada di wilayah tersebut.

“Jadi korbannya hampir ratusan gerai Indomaret dari berbagai wilayah di mana pelaku cukup mengakses di wilayah Palembang. Jadi seolah-olah transaksi itu dilakukan dengan remote dari wilayah Palembang,” tegas Kasubdit I Dit Siber Bareskrim Polri .

Atas tindakannya tersebut, para pelaku dijerat dengan Pasal 46 ayat (1), (2), dan (3) jo Pasal 30 ayat (1), (2), dan (3), Pasal 48 ayat (1), (2) jo Pasal 32 ayat (1), (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik. (*)