Mantan aktivis Fadjroel Rahman, bersama-sama dengan peneliti Populi Center Nico Harjanto, dan Menteri Sekretaris Negara 2014-2019 Pratikno datang ke Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2019) siang.

Kepada wartawan, Fadjroel mengaku diundang makan siang oleh Presiden.

“Makan siangnya enak, ada tahu makanan siang biasa, saya pikir menarik,” kata Fadjroel usai bertemu Presiden Jokowi.

Diakui Fadjroel, ada tugas yang memang disampaikan oleh Presiden. Tetapi mengenai bentuk tugasnya nanti akan diumumkan secara langsung oleh Presiden.

Mengenai materi yang didiskusikannya dengan Presiden, menurut Fadjroel, menyangkut pidato yang disampaikan saat pelantikan Presiden Jokowi, kemarin.

“Saya sih mengatakan bahwa pidato kemarin, saya bilang itu betul-betul sudah menyatakan apa masalah yang kita hadapi, dan Pak Presiden betul-betul menampilkan diri sebagai The Governing President, yaitu Presiden yang bekerja yang memerintah dan seperti itu,” terang Fadjroel.

Fadjroel memastikan, bersedia menerima apapun penugasan yang diberikan Presiden kepadanya untuk membantu negara ini.

“Terima kasih saya sudah diberi kesempatan untuk mengabdi lebih besar dalam tugas yang lebih besar kepada negara ini. Mudah-mudahan saya bisa bekerja keras dan juga bekerja cerdas sehingga semua yang dibebankan kepada saya itu bisa saya selesaikan sebaik-baiknya,” ucap Fadjroel.

Mengenai jabatannya sebagai Komisaris Utama Adhi Karya, Fadjroel mengatakan akan dibicarakan lebih jauh mengenai soal tugas yang akan diberikan. Apakah nanti harus mundur sebagai komisaris Adhi Karya ataukah tetap berada di sana.

“Jadi belum ada pembicaraan sampai sejauh itu,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan dirinya membantu Presiden Jokowi di bidang politik, Fadjroel Rahman menyampaikan kalau background dirinya berasal dari ITB, terus masuk ke Universitas Indonesia di bidang ekonomi juga bidang hukum, dan S3 terakhir di komunikasi politik. (*)