Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan segera melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Jambi hari ini, Senin (23/09/19). Ini merupakan tindak lanjut dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyebabkan langit Jambi memerah.

“TMC segera dioperasikan untuk mengatasi karhutla di Jambi yang saat ini cukup parah. Anda bisa peroleh informasi viral langitnya bahkan merah,” ujar Kepala BPPT Hammam Riza melalui keterangan resmi, Senin (23/09/19).

Penyemaian untuk proses hujan buatan akan menggunakan bahan kapur tohor (CaO) di pagi pagi untuk menipiskan asap dan kabut. Sehingga penyemaian garam (NaCl) bisa dilakukan pada siang hari.

“Pagi ini tim teknologi modifikasi cuaca sedang persiapan untuk semai awan menggunakan kapur tohor. Pesawat @_TNIAU akan terbang ke arah Jambi dan kab Indragiri Hulu & Indragiri Hilir & pesawat cassa akan cover area Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir (Semuanya wilayah Riau),” tulis BPPT dalam akun Twitter resminya, pagi ini pukul 8:48 WIB.

Kapur tohor berfungsi untuk dapat mengurangi asap dan kabut. Sehinga memungkinkan untuk munculnya potensi awan.

“Pagi ini TMC menggunakan Pesawat Hercules @_TNIAU membawa Kapur tohor (CaO) sebanyak 4.000 kg. Pesawat cassa membawa bahan CaO sebanyak 800 kg untuk penyemaian awan di wilayah Jambi & Riau @BNPB_Indonesia @infoBMKG,” tulis BPPT RI di akun Twitter resminya, pukul 8.48 WIB.

Sebanyak 4.000 kg kapur tahor akan disemai menggunakan pesawat Hercules C 130. Pesawat akan berangkat dari Pekanbaru menuju Jambi. Sementara 800 kg kapur tahor akan dibawa pesawat cassa untuk penyemaian di wilayah Riau dan Jambi.

“Hercules C 130 prioritas, karena daya jangkau dan endurance (kekuatan) pesawat sehingga dapat menempuh waktu terbang cukup lama,” ujar Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT Posko TMC Pekanbaru Samba Wirahma.

Kepala BBTMC-BPPT Tri Handoko Seto menjelaskan, dengan operasi TMC di 4 posko di Sumatera dan Kalimantan, maka pihaknya telah menargetkan dalam seminggu ke depan asap karhutla bisa reda.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu media sosial diramaikan dengan beredarnya foto dan video yang menunjukkan langit di Jambi berubah menjadi kemerahan akibat banyaknya titik api. Kemudian BMKG menjelaskan fenomena langit merah ini disebabkan oleh lapisan asap yang sangat tebal. Diameter polutan yang tersebar di Jambi saat itu sama dengan panjang gelombang sinar merah. Sehingga, membuat pengamat melihat keadaan sekitar menjadi kemerahan. (*)