Buruh Longmarch Surabaya – Jakarta, Tuntut Hapus Outsourching

  • Share

Kaum buruh tuntut penghapusan outsourching dengan Longmarch Surabaya-Jakarta, mereka tergabung dalam Relawan Rumah Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Longmarch atau aksi jalan kaki Surabaya-Jakarta dimulai sejak tiga hari yang lalu dari Surabaya.

Tim longmarch sepanjang perjalanan terus membagikan puluhan ribu leaflet berisi sepuluh tuntutan buruh dan rakyat (Sepultura) kepada masyarakat.

Hari ini longmarch dengan berjalan kaki Surabaya-Jakarta yang dilakukan oleh memasuki hari ketiga, Selasa (26/03/2019).

Di hari ketiga ini, rombongan berangkat dari Nganjuk, Jawa Timur pada pukul 08.00 WIB. Sehari sebelumnya, longmarch menempuh rute Mojokerto – Jombang – Ngajuk.

Di sepanjang jalan, masyarakat memberikan sambutan hangat. Apalagi ketika mengetahui longmarch dilakukan dalam rangka sosialisasi guna memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode tahun 2019-2024.

“Di setiap kota yang kami lalui, masyarakat memberikan sambutan hangat,” ujar Ardian Safendra, salah satu tokoh buruh Jatim yang ikut mengawal longmarch.

Sambutan dari masyarakat memberikan semangat tersendiri kepada KSPI.

Sepultura adalah kontrak politik antara Capres Prabowo dengan buruh, yang salah satu isinya adalah menghapus outsourcing dan pemagangan yang merugikan.

“Penghapusan outsourcing berarti menciptakan kepastian kerja. Kasihan generasi muda. Sekolah capek-capek, begitu kerja di outsourcing. Ini namanya perbudakan gaya baru,” kata Ardian.

“Prabowo-Sandi menang, outsourcing hilang,” tegasnya menambahkan.

Direncanakan, rute hari ini yang akan dilewati di Nganjuk, Desa Gandu – Guyangan – Lapangan Selong – Pasar Bagor – Saradan (perbatasan antara Nganjuk dan Madiun) – Carubaran – Pasar Nelames – Terminal Maos Pati.

Rombongan Sekber Prabowo-Sandi ini akan bermalam di daerah Madiun, sebelum keesokan harinya melanjutkan perjalanan.

  • Share