Pemerintah telah mempersiapkan Natuna demi menunjukkan kedaulatan bangsa. Diantaranya dengan menyiapkan fishing zone bagi para nelayan dan juga wilayah kerja minyak dan gas bumi.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Maritim, Luhut Binsar Panjaitan di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

“Pemerintah buat di Natuna itu pangkalannya dan nelayan-nelayan itu gembira sekali, nanti disiapkan areanya, cold storagenya, lapangan terbang, pelabuhan dan lain sebagainya. Kita sudah siapkan juga tangker jadi nanti bisa isi bahan bakar di laut, sekarang sedang proses, rencananya pertengahan tahun bisa kita operasikan. Jadi itu adalah salah satu hal yang memperlihatkan bahwa wilayah itu adalah kedaulatan kita. Dan yang kedua nanti ada juga aktivitas drilling minyak disana,” Kata Luhut dihadapan para Perwira Komando Pasukan Khusus (Kopasus).

Pernyataan itu dilontarkan Luhut setelah ada pertanyaan dari salah satu perwira Kopassus, perihal klaim Tiongkok atas Laut Cina Selatan yang berdasarkan kepada traditional fishing zone dan juga apabila terjadi konflik akibat perebutan hegemoni Timur dan Barat.

“Bangsa kita terlalu besar untuk berpihak pada satu pihak, yaitu timur maupun barat. Dan harus diakui secara internasional itu adalah bahwa Natuna itu Indonesia dan 200 nautical mile ke utara itu adalah Zona Ekonomi Ekslusif kita. Kalau soal perang, saya berpikir tidak ada perang dalam 15-20 tahun ke depan, perang terbuka misalnya,” tambahnya.

Namun demikian, Menko Luhut yang merupakan salah seorang yang sangat dihormati di korps baret merah tersebut, dengan tegas mengingatkan kepada para perwira, bahwasanya setiap perwira harus memiliki kewaspadaan dan wawasan tinggi serta nilai-nilai yang harus dipegang teguh.

Menko Luhut juga menyatakan bahwa, tidak ada yang namanya mantan prajurit Kopassus.

“Habitat saya ada disini, saya tidak akan lari dari sini. Kalian harus keras, terlatih, terpilih. Kalian harus bisa membuat keputusan cepat dan tepat dalam keadaan terdesak. Kalian harus lakukan itu. Jadi itulah para perwira sekalian, bahwa ada nilai-nilai yang harus kalian pegang teguh,” tutupnya.

Sementara itu, Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI. I Nyoman Santiase mengungkpkan alasannya kenapa memilih Menko Luhut sebagai tamu kehormatan dalam Rapim Kopassus.

“Kami selaku junior, adik-adik dan anak-anak Pak Menko, kami harus melanjutkan perjalanan Kopassus ini kedepan. Dan yang bisa memberikan pencerahan kepada kami, karena saya melihat Pak Menko adalah sosok yang sangat tepat,” jelasnya. (*)