Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penobatan dirinya sebagai Asian of the Year oleh surat kabar Singapura The Straits Times bukanlah semata-mata untuk dirinya, tetapi untuk Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi melalui akun media sosialnya yaitu akun twitter @jokowi, instagram, dan fan page facebook beberapa saat lalu.

“Terima kasih. Ini Kehormatan bukan untuk saya semata-mata, tapi untuk Indonesia,” tulis Jokowi.

Dalam pandangan The Straits Times, Jokowi adalah sosok sederhana yang menjadi Walikota Solo, kemudian menjadi Gubernur di DKI Jakarta, sebelum akhirnya menjadi pemimpin negara terbesar di Asia Tenggara.

The Straits Times menganggap Jokowi tidak hanya sukses mempertahankan jabatan presiden dalam pilpres 2019, tetapi juga telah menjadi ujung tombak dalam mengembangakan Asean Outlook di Indo-Pasifik.

Pada periode pertama masa jabatannya sebagai Presiden RI (2014-2019), menurut The Straits Times, Presiden Jokowi yang mencanangkan misi mengejar kemajuan dan pertumbuhan, memberikan penekanan pada pembangunan infrastruktur.

“Ia tidak kehilangan pandangan akan nilai-nilai persatuan dan harmoni, yang begitu krusial di negara mayoritas Muslim dengan beragam budaya dan agama, di mana agama telah menjadi sangat politis,” tulis media itu.

Para editor The Straits Times mengharapkan pada periode keduanya, Jokowi terus mengupayakan pembangunan demokrasi, bebas korupsi, terbuka, dan toleran. (*)