Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk dirinya sebagai menteri di kabinet 2019-2024.

Mahfud mengaku Jokowi belum memberitahu di posisi apa ia akan menjabat nanti.

Dalam pertemuan dengan Jokowi, Mahfud mengatakan dirinya diajak berdiskusi mengenai penegakan hukum dan persoalan HAM.

“Saya tidak diberi tahu menteri apa, tapi beliau bercerita problem-problem Indonesia yang sifatnya makro seperti ekonomi, politik, sosial, kemudian yang agak dalam kami diskusi masalah pelanggaran HAM, dan masalah hukum yang kurang menggigit,” kata Mahfud kepada wartawan usai bertemu Presiden di Istana Negara, Jakarta.

Menurut Mahfud, Presiden sangat memperhatikan hasil survei di bidang penegakan hukum yang menurutnya pada belakangan ini menurun.

Dia menjelaskan Presiden meminta menterinya kelak untuk bekerja keras menegakkan hukum sebaik-baiknya.

Presiden, ujar Mahfud, juga membahas soal pelanggaran HAM di Indonesia serta upaya-upaya pemberantasan korupsi.

“Ada juga persoalan deradikalisasi yang sekarang ini pembelahan-pembelahan yang sifatnya primordial yang sebenarnya tidak perlu terjadi karena secara substansi sebenarnya tidak ada perbedaan yang tajam itu supaya dipersatukan kembali dalam konsep kebersatuan dalam keberagaman, atau keberagaman dalam kebersatuan,” ujar Mahfud. (*)