Dalam rangka mengoptimalkan kinerja eskport import di pelabuhan, Kementerian Keuangan bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman meresmikan Soft Launching Gateway Sistem Delivery Order (DO) Online dalam Sistem Indonesia National Single Window (INSW), di Aula Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Agung Kuswandono, Plt. Sesmenko Maritim Agung Kuswandono mmengatakan bahwa dengan adanya DO Online seara otommatis pelabuhan bisa melayani konsumen 24/7 dua puluh empat jamm tujuh hari.

“Dengan menjalankan apa yang sudah kita launching saat ini, DO Online ini, menyelesaikan masalah yang di mana sabtu dan minggu yakni pelabuhan libur, perbankan dan depo-nya juga tutup. Nah ini bisa melalui online, sehingga semua harus buat pelabuhan hidup 24/7 (24 Jam, 7 Hari),” katadi Agung Kuswandono di lokasi.

Plt. Sesmenko Agung mengungkapkan, sekarang dengan mengandalkan online ini, para konsumen, pengusaha, yang akan melakukan eksport import bisa mengisi/ mendaftar di mana saja dan kapan saja di setiap harinya, dengan artian sabtu minggu bisa melakukan kegiatan. Namun tidak menutup kemungkinan, kegiatan administrasi di pelabuhan akan berkurang atau menjadi sepi.

“DO online yang nantinya di pelabuhan mungkin akan menjadi sepi karena semua melalui online, tetapi kegiatan secara financial akan menjadi besar. Untuk itulah hari ini kita paksa soft launching, ke depan kita paksa semua masuk online, tetapi _online_nya harus betul-betul siap,” jelasnya.

Untuk online itu sendiri, ke depannya akan bekerja bersama-sama dengan perbankan membangun aplikasi yang baik, sehingga pelabuhan menjadi begitu simple, cepat, dan akuntable. Sebab, lanjut Plt. Sesmenko Agung, saingan Indonesia sudah bukan di Nasional melainkan di kancah Internasional.

“Selain itu, biasanya kan izin dengan 3 administrasi, sekarang bisa dengan 1 portal saja. Karena masalah ekonomi kita itu terganjal di perizinan. Oleh karena itu, Presiden bilang kita akan hapus perizinan yang tidak perlu. Ada 74 undang-undang mengenai perizinan yang akan kita gabung. Semua dimaksimalkan agar kegiatan industri berjalan dengan baik,” tambahnya.

Mengenai perizinan ini, Plt. Sesmenko Agung membahas juga perkembangan dwelling time. Menurutnya sistem dwelling time yang saat ini memakan waktu sekitar 3 hari, akan dipangkas menjadi di bawah 3 hari pada Desember mendatang.

“Mengenai perizinan, kita bahas juga dwelling time, kita ini sekarang 3 hari, dibanding dulu 12 hari. Nah ini bahkan target Desember di bawah 3 hari. Tentu pasti nanti ada yang menolak, tetapi mari kita lihat bahwa logistik kita harus lebih tinggi di negara ASEAN, bahkan harus lebih tinggi di Pasifik. Dan menurut saya, ini pasti bisa kalau kita mau bekerja bersama-sama. Dengan K/L mari kita bergabung, kita bereskan bersama-sama, pasti kita bisa mengalahkan negara lain,” ujarnya.

Sekarang ini, lanjut Plt. Sesmenko Agung, semua investor/ lembaga nasional memuji Indonesia. Oleh karena itu, dirinya mengajak semua yang terkait untuk percaya diri bahwa Indonesia menjadi bagus dan Negara besar. Sebab ini menjadi tanggung jawab untuk generasi selanjutnya.

“Mari menjadi negara besar, dengan Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia, mempunyai migas, kekayaan alam dengan potensi terbesar di dunia. Kalau kita kalah, berarti ada something wrong di management kita. Kita bereskan semua yang mengganggu, sehingga benar-benar Indonesia menjadi poros maritim dunia dengan kerja Indinesia yang nyata,” tegasnya.

Selain meresmikan DO Online, Plt. Sesmenko Agung juga ikut meresmikan aplikasi integrasi lintas Kementerian/Lembaga yaitu Single Submission Pelayanan Fasilitas Fiskal atas Impor Barang Operasi untuk Kegiatan Usaha Hulu Migas. Hadir dalam peresmian ini Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mardiasmo, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, Perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Perwakilan Kementerian Perhubungan dan Wakil Kepala SKK Migas dan pejabat lainnya