PT KAI sedang melakukan reaktivasi kereta api jalur Cibatu-Garut untuk mendukung perkembangan pariwisata dan perekonomian di Jawa Barat.

Menurut keterangan Direktur PT. KAI Edi Sukmoro, reaktivasi jalur Cibatu-Garut ditargetkan akan selesai akhir tahun ini dan proses pembangunan kembali akan dimulai pada bulan Mei 2019 nanti.

“Jalur kereta Cibatu-Garut ini sebelumnya sudah ada, namun hanya bisa dipakai oleh lokomotif mallet bermasa besar. Jalur ini dinonaktifkan karena tidak ada lagi lokomotif yang beroperasi,” kata Edi Sukmoro, Jumat (26/04/2019)

Sementara itu Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa reaktivasi Cibatu-Garut ini adalah tahap pertama untuk melanjutkan reaktivasi jalur KA selanjutnya.

“Jadi bukan terbatas di Garut saja tetapi juga ada yang di Cianjur, ada yang di Pangandaran dan sebagainya,” ujar Menhub.

Menhub menjelaskan untuk program pendanaan reaktivasi jalur KA berasal dari APBN, PT KAI dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Reaktivasi tahap pertama ini rencananya akan selesai pada Desember 2019 dan beroperasi pada Februari 2020.

“Program-programnya akan ada kombinasi dari APBN, PT KAI dan skema KPBU. Kita ingin mengaktifkan jalur-jalur lama itu diharapkan jalur-jalur lama itu bisa menghidupkan sektor ekonomi bagi keseharian masyarakat, khususnya bagi dunia pariwisata,” jelas Menhub.

Lebih lanjut ia menyatakan, ada beberapa tempat yang akan dilakukan reaktivasi di Jawa Barat, yaitu Cibatu – Garut – Cikajang, Cianjur- Padalarang, Bandung-Ciwidey,Rancaekek – Tanjungsari – Kertajati, dan Banjar-Pangandaran-Cijulang.

Untuk tahun 2019 pembangunan akan difokuskan ke Cibatu – Garut – Cikajang dan Cianjur – Padalarang.

“Tahun ini kita konsentrasi di dua tempat, satu di Cibatu, kedua di Cianjur. Disini kurang lebih 60 sampai 70 km, sedangkan di Cianjur kira-kira 50 km, targetnya itu selesai tahun ini,” ucap Menhub.

Dana yang digelontorkan untuk reaktivasi tahap pertama yaitu Garut ini sebanyakRp 400 miliar, sedangkan Cianjur menuju Padalarang akan menelan dana sebesar Rp300 miliar. Ia menargetkan reaktivasi ini selesai dalam kurun waktu lima tahun.

“Yang perlu banyak waktu pengerjaan memang Ciwidey, Kertajati, Pangandaran, karena beberapa dibutuhkan pembebasan tanah. Kita harapkan program ini akan berlangsung satu sampai 5 tahun,” kata Menhub. (*)