Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya kerja sama antara Indonesia dengan Singapura di tengah situasi dunia yang dilanda ketidakpastian. Salah satu kerja sama itu di bidang ekonomi.

Hal itu dikarenakan posisi ASEAN yang memiliki harapan masa depan yang bagus, di mana Indonesia dan Singapura ada di dalamnya.

“Presiden meng-quote apa yang disampaikan oleh managing director IMF yang mengatakan bahwa ASEAN is a bright spot in world economy. Jadi, ASEAN merupakan titik yang cerah di dalam kalau kita melihat situasi ekonomi dunia,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan dari Ketua dan Anggota Parlemen Singapura, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (29/11/2019) siang.

Retno mengatakan dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan hasil pertemuan retreat dengan PM Singapura Lee Hsien Loong yang baru saja dilakukan pada tanggal 8 Oktober yang lalu.

“Presiden menyampaikan bahwa kedua pemimpin berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang investasi, pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, dan ekonomi digital,” terang Menlu.

Pada pertemuan itu, delegasi Singapura terdiri dari Tan Chuan-Jin (Ketua Parlemen Singapura), Anil Kumar Nayar (Duta Besar Singapura untuk Indonesia), Joan Pereira (Anggota Parlemen),  Low Thia Khiang (Anggota Parlemen), Gan Thiam Poh (Anggota Parlemen), Henry Kwek (Anggota Parlemen), Saktiandi Supaat (Anggota Parlemen), Murali Pillai (Anggota Parlemen), Jonathan Han (Wakil Dubes Singapura), dan Koh Khiang Chay.

Sementara Presiden Jokowi dalam kesempatan itu didampingi oleh Menlu Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung. (*)