Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengatakan pemerintah serius mendukung investasi mobil listrik di Indonesia.

“Peraturan-peraturan untuk keberhasilan investasi mobil listrik sudah kita lakukan. Bukan hanya untuk Hyundai saja, karena kami ingin adanya diversifikasi produsen mobil di Indonesia. Sehingga tidak hanya satu merk saja yang menguasai pasar,” kata Menko Luhut setelah mendampingi Presiden Joko Widodo menyaksikan Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara pemerintah Indonesia yang diwakili Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dengan CEO Hyundai Motor Company, Won Hee Lee untuk investasi mobil listrik.

Menko Luhut mengaku bahagia akhirnya pembicaraan tentang investasi ini yang dimulai sekitar setahun lalu akhirnya terealisasi

“Sesuai keinginan pemerintah untuk menjadikan Indonesia bukan hanya pasar tetapi juga basis produksi,” katanya.

Investasi bernilai 1,5 miliar USD ini direncanakan akan berlanjut.

Kedua belah pihak bersama-sama ingin mengembangkan dan memproduksi kendaraan dengan model baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen Asia dan Australia.

Pabrik tersebut yang berlokasi di kawasan Bekasi ini diharapkan akan mulai berproduksi pada sekitar bulan Maret 2021 dengan kapasitas produksi 250 ribu mobil pertahunnya, termasuk mobil listrik.