Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan Mengatakan bahwa, pemerintah sudah dalam jalur yang benar dalam pengembangan pariwisata demi pencapaian target devisa pariwisata 2019.

 

“Kita sudah ada di trek yang benar, kalau orang baru bicara akan, namun kita sudah memutuskan langkah-langkah yang menurut hemat saya juga sangat penting,” ujar  Luhut usai Rakor antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan BI di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (18/03/2019).

Luhut menjelaskan, untuk mendatangkan turis, pemerintah akan membuat format promosi digital seperti yang pernah dilakukan saat event annual meeting World Bank-IMF pada 2018 silam.

“Jadi kita juga akan buat digitalisasi untuk promosi pariwisata, karena kita pengalaman pelaksanaan WB-IMF lalu yang dalam tempo 2 minggu kita bisa tingkatkan turis banyak sekali. Tadi kita sepakat dengan BI dan Kemenpar digitalisasi ini akan kita tingkatkan penggunaannya,” jelasnya.

Luhut kemudian menyanggah pelambatan ekonomi global akan berdampak terhadap kedatangan wisatawan, menurut Luhut indikasi itu belum terlihat.

“Sampai dengan hari ini kita belum melihat indikasi kesana, kita juga sudah antisipasi ke arah sana, kita justru melihat jumlah turis akan bertambah. Sekarang kebutuhan liburan orang akan semakin banyak, kelas menengah juga mulai bertambah,” kata Menko Luhut.

Progres pembangunan beberapa infrastruktur pendukung pariwisata tampaknya menjadi alasan Luhut berani mengatakan Indonesia berada dalam jalur yang benar dalam pengembangan pariwisata.

Misalnya pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang mulai akan beroperasi bulan April tahun ini.

“Dampaknya tentu akan membantu meningkatkan jumlah turis yang akan berkunjung ke Borobudur, kita ingin tingkatkan jumlah turis dalam waktu yang tidak terlalu lama menjadi 2 – 2,5 juta turis dari yang semula 1 juta turis,” ujarnya.

Kemudian, ada pula Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali dengan adanya second exit runway yang diharapkan rampung pada bulan oktober ini.

“Dampaknya akan bertahap menjadi 39 juta dari sekarang 29 juta penumpang, dan tingkat hunian hotel yang sekarang 60 persen diharapkan meningkat menjadi 80 persen,” tambah Luhut

Sementara untuk Danau Toba, sudah ada kesepakatan dengan Malaysia, Singapore dan ke depan akan dibuka dari Tiongkok dan India.

“Danau Toba juga akan kita dorong, tahun lalu turis yang masuk sudah 430 ribu, Tahun ini pun masih tetap meningkat, hal seperti ini akan kita kembangkan terus,” pungkas Luhut. (*)