Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat  sebesar Rp. 14,4 Triliun untuk 687,897 debitur selama empat tahun. Ini merupakan program prioritas untuk mendukung UMKM dan Koperasi berupa pemberian kredit untuk pembiayaan modal kerja.

 

Pada Sabtu (09/02/2019), pemerintah kembali menyalurkan KUR khusus peternakan rakyat secara serentak di 6  daerah. Penyerahan dilakukan oleh Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam bentuk penyerahan KUR peternakan rakyat di Desa Pande Sari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program prioritas pemerintah dalam mendukung UMKM dan koperasi berupa kebijakan pemberian kredit untuk pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur, baik debitur perseorangan, badan usaha, dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak, namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup.

Acara penyerahan KUR dihadiri kurang lebih 5.000 orang peternak dan santri. Acara dihadiri oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita yang mewakili Menteri Pertanian. Hadir juga beberapa Kementerian/Lembaga, Pemda Provinsi Jawa Timur, Pemda Kabupaten Malang, Bank BUMN, Bank Jatim, Askrindo, Jamkrindo dan Asosiasi terkait.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita mewakili Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyerahkan secara simbolis bantuan alat pencacah pakan ternak (chopper), penampung susu dan peralatan instalasi biogas.

Dalam penjelasannya, I Ketut Diarmita menyampaikan bahwa KUR Peternakan Rakyat merupakan bagian KUR Khusus yang diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster, dengan menggunakan mitra usaha baik penjamin pasar (off taker) maupun penjamin kredit (avalis), terutama untuk peternakan sapi dan ternak perah.

Sedangkan KUR Peternakan dapat dimanfaatkan untuk komoditas peternakan rakyat, baik pembibitan dan budidaya sapi, domba dan kambing, ternak perah, babi, unggas, serta integrasi pertanian/perkebunan dengan peternakan.

Dikatakan oleh I Ketut Diarmita, bahwa realisasi KUR sub sektor peternakan lebih tinggi dibandingkan Realisasi KUR Sektor Perikanan dan Sektor Konstruksi. Pada tahun 2018, nilainya sebesar 5,06 Triliun Rupiah dengan jumlah debitur sebanyak 222.264.

Disebutkan, untuk penyaluran KUR Peternakan Rakyat per tanggal 9 Februari 2019 telah disalurkan kepada 69 peternak di Wonogiri dan Magelang sebesar 8,9 milyar dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan BUMP PT Pengayom Tani Sejagat.(*)