Para pemimpin dunia akan melakukan pertemuan dalam Forum G20 di Jepang pekan depan. Pertemuan tersebut dianggap harus menghasilkan tindakan nyata untuk perdagangan global.

“Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam Forum G20 Osaka akan menjadi ‘tanda selamat datang’,” kata Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo kepada asosiasi wartawan AS ACANU di Jenewa, seperti dikutip Reuters, Jumat (21/6).

Dimintai keterangan terkait apakah WTO ingin Forum G20 menyetujui pernyataan yang mengutuk proteksionisme, dia mengatakan pihaknya menentang proteksionisme dan mendukung liberalisasi perdagangan. Namun, hal itu bergantung pada para pemimpin G20 untuk menetapkan deklarasi.

Trump telah menjuluki dirinya sebagai ‘tukang tarif’ dan telah meningkatkan pengenaan tarif impor yang tinggi atau ancaman tarif sejenis.

“Sejauh menyangkut WTO, kami berharap langkah-langkah pembatasan perdagangan digulirkan kembali pada waktu tertentu, karena mereka (AS-China) mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global dan perdagangan,” tegas Azevedo.

Azevedo mengatakan Trump jelas melihat tarif sebagai alat penting untuk menghasilkan negosiasi, dan dia bukan yang pertama melakukannya. Namun, tarif yang lebih tinggi akan mengganggu rantai pasokan, menghambat investasi, dan meningkatkan ketidakpastian global yang sudah tinggi.

“Jadi saya tidak berpikir bahwa kita bicara tentang situasi menang. Terus terang, semua orang kalah. Semakin miskin, semakin rentan warga negara, semakin terkena dampak negatif,” ungkap dia.

Trump berdalih soal masalah keamanan nasional sebagai dasar untuk penerapan tarif impor AS. Hal itu termasuk pada impor baja dan aluminium. Dalam perkembangannya, tarif lain yang ia pertimbangkan memaksakan impor mobil dan suku cadang mobil.

Azevedo mengatakan WTO bukan tempat untuk menyelesaikan perselisihan yang melibatkan keamanan nasional. Namun, jika perselisihan seperti itu diajukan ke WTO, ia siap untuk bertindak. (*)