Gagal Berangkat, Calon Jemaah Haji Musim 2020 Diberi Slot Pada Pemberangkatan Musim Haji 2021

  • Share

Calon jemaah haji yang batal berangkat pada musim haji 2020 tidak akan kehilangan haknya dan akan diberi slot pada keberangkatan musim haji tahun 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam telekonferensi pers dari Jakarta, Senin (09/06/2020).

“Soal dana atau subsidi dari pengelolaan dana haji, itu memang sudah diatur dan merupakan bagian yang sudah menjadi hak daripada (calon) jemaah haji itu. Jadi tidak akan hilang. Dan ketika diundur tahun depan, mereka akan memperoleh haknya lagi,” kata Wapres

Ma’ruf juga mengatakan bahwa Pemerintah mempersilakan calon jemaah yang ingin menarik dana tabungan haji. Sementara calon jemaah yang tidak ingin menarik dananya, uang tersebut akan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Kalau dia mau menarik, ya itu saya kira hak jamaah; tapi kalau tidak menarik, dana itu akan dikelola oleh lembaga yang sudah ditunjuk oleh undang-undang yang memang sudah diberi kewenangan untuk mengelola dananya jemaah itu,” katanya pula.

Wapres menjelaskan pembatalan keberangkatan calon jamaah haji tahun ini diputuskan karena alasan keselamatan, baik untuk calon jamaah itu sendiri maupun masyarakat Indonesia pada umumnya.

Pembatalan keberangkatan calon jamaah haji kali ini bukanlah yang pertama. Ma’ruf mengatakan pembatalan pernah terjadi karena alasan keamanan akibat adanya perang.

“Ini memang terpaksa mundur karena tidak bisa berangkat karena ada alasan-alasan. Dulu pernah juga (batal) karena alasan keamanan, terjadi perang. Itu juga tidak ada pemberangkatan jamaah haji,” katanya lagi.

Selain itu, faktor keamanan dalam perjalanan juga menjadi pertimbangan Pemerintah untuk membatalkan keberangkatan jemaah haji di tengah pandemi COVID-19.

Menurut Ma’ruf, perjalanan para jemaah menuju Tanah Suci dan kembali lagi ke Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap penularan COVID-19. (*)

  • Share