Pemerintah Guatemala akan kembali membuka Kedutaan Besarnya di Jakarta. Hal disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M. Fachir, saat menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Luar Negeri Guatemala, Luis Fernando Carranza Cifuentes, di kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (18/07/2019).

Sebelumnya, Guatemala pernah membuka Kedubesnya di  Jakarta pada tahun 1992. Namun karena masalah anggaran, pada tahun 1993, Kedubes tersebut ditutup.

Wamenlu Fachir mengatakan, keputusan Pemerintah Guatemala itu sudah tepat. Menurut Fachirm Kedubes di Jakarta nanti bisa menjadi hub diplomasi Guatemala di Asia Tenggara.

“Kedubes Guatemala di Jakarta dapat pula menjadi hub diplomasi Guatemala di Asia Tenggara karena Jakarta adalah ibukota ASEAN,” kata Fachir.

Dari sisi bilateral, lanjut Fachir kehadiran Kedubes Guatemala di Jakarta dapat mempermudah upaya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, serta people to people contact.

Pada kesempatan itu, kedua Wamenlu sepakat sepakat untuk menjajaki pembentukan mekanisme kerja sama perdagangan dan Forum Konsultasi Bilateral.

Sebagai sesama negara produsen minyak kelapa sawit, Wamenlu Fachir juga menyampaikan harapan agar Guatemala dapat bergabung dalam Council for Palm Oil Producing Countries (CPOPC).

Wamenlu Carranza berkunjung ke Jakarta selama dua hari untuk menjajaki rencana Pemerintah Guatemala membuka kembali Kedutaan Besarnya di Jakarta.

Selama berada di Jakarta, Wamenlu Carranza juga melakukan pertemuan dengan Plt. Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu, Duta Besar Teuku Faizasyah, serta kunjungan kehormatan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN, Dato Lim Jock Hoi.

Saat ini, Guatemala adalah mitra dagang Indonesia terbesar ketiga di kawasan Amerika Tengah dengan nilai perdagangan bilateral mencapai USD 50,2 juta (2018) dan surplus bagi Indonesia sebesar USD 48,5 juta.

Guatemala adalah produsen gula terbesar keempat di dunia dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di Amerika Tengah. (*)