Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, merespon serius terjadinya blackout atau matinya listrik PLN beberapa hari lalu.

Blackout menurutnya tanggungjawab Meneg BUMN dan Menteri ESDM. Karenanya sekalian saja menterinya diganti.

“Ini tanggung jawab Meneg BUMN dan Menteri ESDM. Menterinya saja sekalian diganti. Lagian kan presiden akan lanjut, beliau bisa ganti menteri yang tidak perform agar program bagi mencapai visi, misi yang dijanjikan dalam masa kampanye segera dijalankan tanpa harus menunggu periode berjalan berakhir,” tutur politikus Gerindra itu.

Menanggapi kosongnya jabatan Direktur PLN, Gus Irawan mengaku heran. “Saya malah heran, kenapa posisi direktur utama PLN dibiarkan kosong”.

“Saya khawatir dengan tidak adanya dirut defenitif di PLN sehingga tidak ada yang berani ambil inisiatif. Masalahnya dirutnya tidak ada, dan kekosongan ini seolah dibiarkan bahkan pelaksana tugasnya pun sebentar-sebentar diganti,” kata Gus Irawan Selasa (06/08/2019).

Pascapenetapan tersangka Sofyan Basyir oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri BUMN Rini Soemarno sudah menunjuk beberapa kali Plt dirut PLN. Pertama adalah Muhammad Ali yang menjabat selama 20 hari.

Kemudian, Djoko Raharjo Abumanan, menyusul Edwin Hidayat Abdullah yang kemudian digantikan Sripeni Inten Cahyani per 2 Agustus lalu atau 2 hari sebelum terjadi blackout.

Gus menambahkan bahwa kejadian pemadaman kali ini harus menjadi pembelajaran bagi Pemerintah dan PLN, agar hal serupa tidak terulang lagi.

Ke depan juga harus dibuat contingency plan dan system control agar bila ada masalah di satu titik lokasi dampaknya bisa dilokalisir sehingga tidak berdampak luas.