Hadir di Kuliah Umum UICI, Rektor IPB: Tugas Dosen Era Society 5.0 Sebagai Inspirator

  • Share
Soft launching dan kuliah umum Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) yang digelar secara virtual, Minggu (11/07/2021).

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Arif Satria mengatakan bahwa tugas seorang dosen di era society 5.0 adalah menjadi inspirator bagi mahasiswanya. Dosen bukan lagi sebagai sumber utama pengetahuan, karena pengetahuan bisa diperoleh dari mana saja.

Hal tersebut disampaikan Arif saat menjadi narasumber dalam kuliah umum yang digelar Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dengan tema “Digitalisasi Pendidikan Menyongsong Era Society 5.0” pada Minggu (11/07/2021).

“Pengetahuan itu bisa di dapat di mana saja, jadi tugas dosen sekarang tidak lagi sekedar membagikan ilmu pengetahuan, karena mahasiswa bisa mencari di mana saja. Maka tugas dosen di era sekarang adalah menjadi fasilitator, motivator, dan inspirator,” kata Arif.

Menurut Arif, perkembangan teknologi membuat perubahan itu menjadi semakin cepat. Yang bisa bertahan di era ini adalah mereka yang bisa merespon perubahan dengan cara baru.

“Cara baru bisa kita temuka melalui new mindset, new skill, new literacy, new attitude, dan new practise. Kita perlu keluar dari kotak,” kata Arif.

Sementara itu Jaswar Koto menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 dan perkembangan teknologi 5G mendorong pelaksanaan pendidikan berbasis digital.

Menghadapi hal itu, Jaswar melanjutkan, UICI akan mengembangkan sistem pendidikan dengan metode Digital Simulator Teaching Learning System (DSTLS).

“DSTLS ini tidak membutuhkan koneksi internet yang harus kuat, jadi bisa diakses hingga ke pelosok. DSTLS itu efisien, efektif, dan tidak membutuhkan biaya besar,” kata Jaswar.

Kuliah umum tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan soft launching UICI, di mana UICI juga memperkenalkan tiga wakil rektor mendampingi  Prof. Laode M. Kamaludin sebagai rektor. Mereka adalah Prof. Jaswar Koto, Lely Pelitasari Soebekty, SP, ME, dan Prof. Dr. Drs. Achmad Syahid, M.Ag.

Sebagai perguruan tinggi yang masih baru, UICI mengusung brand Start Up Digital University. UICI akan mengembangkan sistem pendidikan dengan metode Digital Integrated Learning System (DILS).

Metode ini akan mengintegrasikan Learning Management System (LMS) yang saat ini populer di Indonesia dengan  Digital Simulator Teaching Learning System (DSTLS), dan didukung oleh teknologi Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR).

Dengan model pendidikan seperti ini, perkuliahan di UICI bisa diakses di mana saja, kapan saja, dan dengan perangkat apa saja.

Pendaftaran penerimaan mahasiswa baru gelombang I mulai dibuka pada tanggal 12 sampai 24 Juli. Untuk program studi yang dapat dipilih adalah Bisnis Digital, Sains Data, Komunikasi Digital, dan Teknik Informatika.

Pendaftaran akan dibuka secara online. Calon mahasiswa baru bisa mengunjungi laman pendaftaran pmb.uici.ac.id. (*)

  • Share